Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Desember 2017

, ,

[ULASAN DAN PROFIL] HACHIMITSU TO CLOVER

[ULASAN DAN PROFIL] HACHIMITSU TO CLOVER




Pernahkah kau merasa putus asa dengan kehidupanmu? Pernahkah kau merasakan betapa menyakitkannya cinta yang bertepuk sebelah tangan? Pernahkah kau merasa cemas dan takut memikirkan masa depanmu? Pernahkah kau merasa berada di suatu titik dimana kau sudah berusaha sebaik mungkin tapi tidak mendapatkan hasil yang diharapkan? Pernahkah kau merasa iri dengan seorang yang berada jauh di atasmu dan memiliki segalanya?

Pernah ngerasain hal-hal yang aku sebutin diatas nggak? Rasanya anime ini sangat cocok untuk merefleksikan diri kita sendiri yang seolah masih tersesat dan bimbang dengan kehidupan. Tentang masa muda yang awalnya terasa manis dengan berkumpul bersama teman seperjuangan lalu dihadapkan dengan berbagai masalah masing-masing namun masih saling menguatkan dan memberikan semangat tanpa henti. Tentang romansa muda yang tak sepenuhnya indah. Tentang ambisi dan keputusasaan yang menghadapkan mereka pada  kehidupan yang sebenarnya.

“As time passes, the day will come when everything will fade to memories. But those miraculous days, when you and I, along with everyone else, searched together for just that one thing, will continue revolving forever somewhere deep in my heart, as my bittersweet memory.”

Mari kita bertemu dengan mereka di sebuah apartemen bobrok yang dibangun 20 tahun lalu berisi 6 kamar. Tidak ada kamar mandi dan biaya sewanya sangat murah, namun jarak menuju kampus begitu dekat. Dihuni oleh 3 orang mahasiswa jurusan seni di Tokyo dengan kepribadian yang menarik. Takemoto Yuta si junior kesayangan yang selalu mengedapankan kepentingan teman-temannya ketimbang dirinya, Morita Shinobu si jenius dengan kepribadian absurd yang tak kunjung menyeloesaikan tugas akhirnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan misteriusnya, Mayama Takumi si mahasiswa tingkat akhir yang selalu menjadi sasaran keabsurdan Morita dan teman-temannya namun memiliki jiwa solidaritas tinggi.
Suatu hari seorang mahasiswi baru yang merupakan saudara sepupu dosen kesenian mereka—Hanamoto Shuuji diperkenalkan. Namanya adalah Hanamoto Hagumi. Tanpa disadari Yuta dan Shinobu jatuh cinta pandangan pertama pada Hagu-chan. Jika Yuta menyikapi perasaannya dengan tenang dan berusaha untuk menjadi seorang teman yang bisa diandalkan bagi Hagu, namun berbeda dengan Morita. Dia memanggil Hagu dengan sebutan Mousy karena tubuhnya yang mungil dan lucu. Morita cenderung menjadikan Hagu sebagai objek fotografi sehingga terkadang membuat Hagu takut dan berlari menghindari Morita. 
Lalu ada juga Ayumi Yamada, seorang mahasiswa jurusan seni keramik dengan memiliki julukan Iron Lady yang tergabung dengan kelompok mereka dan kemudian menjadi teman dekat Hagu. Yamada sangat mencintai Mayama namun Mayama hanya menganggapnya sebagai seorang teman yang sangat berharga, tidak lebih dari itu. Sedangkan Mayama jatuh cinta kepada seseorang yang lebih tua—Rika Harada, seorang janda yang juga merupakan teman dari dosen mereka. Dia menjalankan sebuah studio arsitektur yang dia dirikan bersama dengan almarhum suaminya.
Anime ini mengisahkan tentang perjalanan kehidupan kelima tokohnya dalam menghadapi cinta segitiga, cinta tak berbalas, kehidupan setelah lulus kuliah, mencari pekerjaan, dan mempelajari tentang diri mereka masing-masing.

“You choose to give up or make an effort. There are only two choices for human to choose from.  You have to honestly tell them your feeling. The rest is up to them. To make effort or to give up would make them be their choice. It was the same for you. It’s the same for everyone.”

Karakter
-        Yuta Takemoto (竹本 祐太)


Seorang mahasiswa kesenian jurusan arsitektur tahun kedua yang bertindak sebagai pembaca narasi di setiap episode. Dia tinggal di satu kompleks apartemen dengan Mayama juga Morita. Yuta digambarkan sebagai karakter yang sangat mellow. Dia jatuh cinta dengan Hagu, namun tidak pandai mengekspresikan perasaannya seperti yang Morita lakukan. dia memutuskan untuk bersikap sebagai seorang kakak dan juga teman yang bisa diandalkan oleh Hagu.

-        Hagumi Hanamoto (花本 はぐみ)


Biasa dipanggil Hagu-chan oleh teman-temannya. Dia seorang mahasiswa jurusan seni lukis tahun pertama di awal cerita. Tubuhnya mungil, kepribadiannya juga menggemaskan membuatnya tampak jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Dia seorang seniman berbakat yang sering dipuji oleh professional. Dia sangat pemalu dan sering gugup saat berinteraksi dengan orang lain. Sikapnya yang seperti itu terkadang dianggap aneh oleh mahasiswa kesenian lainnya. Namun kemudian dia jadi lebih terbuka jika berinteraksi dengan kelompok teman-temannya. Karena sifatnya yang terlihat masih kekanakan dan polos dia bahkan tidak menyadari perasaan Morita juga Yuta.

-         Shinobu Morita (森田 忍)


Seorang mahasiswa jurusan seni patung tahun keenam di kampusnya. Dia selalu saja tidak bisa menyelesaikan tugas akhirnya tepat waktu dikarenakan pekerjaannya yang menuntutnya sering absensi. Kepribadiannya sangat absurd namun misterius. Sama seperti Takemoto dia juga jatuh cinta pada Hagu dan mengekspresikan rasa sukanya dengan cara memintanya untuk memakai berbagai kostum untuk difoto dan dipajang di suatu homepage. Sangat menyukai pekerjaan dengan bayaran tinggi dan memiliki banyak uang meski suka memakan makanan orang atau memakai pakaian orang seenaknya. Dia termasuk orang yang sangat peka dan peduli terhadap teman-temannya meskipun ditunjukkan dengan tingkah pola absurd-nya. Namun ada saat dia juga bisa serius dalam menghadapi masalah.

-        Takumi Mayama (真山 巧)


Teman satu kompleks apartemen dengan Morita dan Takemoto. Diantara mereka berdua Mayama lah yang bersikap dewasa. Terkadang juga dia terlihat sangat kewalahan dengan sikap Morita yang cenderung seenaknya. Namun dia akan selalu menjadi seseorang yang siap membantu jika dibutuhkan. Dia tidak suka ditinggalkan, jadi sebisa mungkin akan selalu menyempatkan sebagian waktunya yang sibuk dengan pekerjaan untuk bisa berkumpul dengan teman-temannya. Menyukai rekan kerjanya yang sekaligus pemilik perusahaan tempat dia bekerja bernama Rika Harada meskipun cintanya masih bertepuk sebelah tangan.

-        Ayumi Yamada  (山田 あゆみ)


Mahasiswi kesenian jurusan seni keramik. Dia dijuluki sebagai Tetsujin/Iron lady karena berlari sejauh 6 km ke kampus untuk membantu anjingnya yang kegemukan. Yamada termasuk  wanita muda yang cantik, tak heran jika dia bisa menarik perhatian banyak teman laki-lakinya dan juga rekan kerjanya. Dia terkadang cenderung kasar hanya kepada orang-orang tertentu, meskipun begitu dia seorang teman yang sangat baik dan penuh perhatian. Termasuk kepada Hagu-chan, mereka terlihat sangat akrab satu sama lain. Yamada juga diketahui menyimpan perasaan yang mendalam kepada Mayama, tapi dia tidak bisa membalas perasaan tersebut dan malah menyuruh Yamada untuk mencari lak-laki lain yang jauh lebih baik darinya dan bisa membalas perasaannya.

-        Shuuji Hanamoto (花本修司)


Dosen kesenian di kampus mereka sekaligus saudara sepupu Hagu. Biasa dipanggil Shuu-chan oleh Hagu. Dialah yang membawa Hagu ke Tokyo karena merasa bakat Hagu akan lebih tersalurkan jika berada disana. Sangat menyayangi Hagu dan super over protective jika ada laki-laki yang dekat dengan Hagu seperti yang dilakukannya pada Takemoto dan Morita.  Tidak bisa berjauhan dengan Hagu dan itu akan membuatnya tidak bisa tidur dan sakit saking kepikirannya. Dia bahkan bersedia mengorbankan hidupnya demi kebahagiaan Hagu seorang. Kantornya selalu menjadi basecamp tempat mereka berkumpul.

 “I realized why I was lost. It wasn’t because I didn’t have a map. It’s because I didn’t have destination.”

Mungkin aku agak telat banget yah nonton anime sekeren ini, padahal anime-nya lawas banget. Tahun 2005 dan aku baru nonton tahun 2017. Sudah 12 tahun yang lalu dan aku dari dulu kemana sampe gak sadar kalau ada anime yang inspiring banget macam ini? Tapi tidak apa-apa... Lebih baik telat ketimbang tidak sama sekali. Hahaha..

Hal yang menarik dari anime ini adalah ceritanya yang bittersweet dan realistis. Bahkan jujur saja ceritanya benar-benar relate banget dengan kehidupan yang terjadi di dunia nyata. Jadi jangan heran jika kalian merasa seperti “Oh.. cerita ini seperti yang aku alami.” Setiap episodenya menyelipkan pesan moral entah dari sang narrator—Takemoto Yuta sendiri ataupun tokoh lainnya. Tiap adegan tidak ada yang sia-sia. Penempatan komedi, drama, romansa segi banyak antara tiap tokohnya hingga bagaimana setiap karakter menyelesaikan permasalahannya masing-masing sangat terasa dan menambah daya tarik dalam cerita. Semuanya dijelaskan dengan porsi yang pas. Bahkan untuk karakter pendukung sekalipun mendapatkan porsi yang baik.

Perkembangan tiap karakternya juga sangat baik. Terutama Hagu-chan yang awalnya bisa kita liat dia sangat pemalu dan tidak banyak bicara namun seiring berjalannya cerita dia menunjukkan sikapnya yang jauh lebih dewasa. Sejujurnya aku takjub dan salut dengan perjuangannya untuk menghadapi masalahnya. Takemoto yang pada awalnya terlihat seperti tidak punya tujuan hidup karena berbagai kegagalan dalam wawancara kerja mulai bangkit, hingga akhirnya menemukan apa yang harus dilakukannya. Mayama yang selama ini hanya berdiam diri dan menahan perasaannya akhirnya bisa lebih mengutarakannya dan melindungi orang yang dicintainya. Morita yang selalu kita liat tingkah absurd-nya dan suka mengambil jatah makanan meski punya uang banyak ternyata memiliki suatu tujuan dengan uang yang dimilikinya. Yamada yang sering menyiksa dirinya karena begitu mencintai Mayama namun perasaannya tak berbalas akhirnya lambat laun mencoba untuk melepaskan dan membuka hatinya kepada orang lain.

Animasinya mengingatkanku pada anime Kimi to Boku dengan perpaduan warna-warna yang tidak mencolok. Perpindahan tiap adegan terasa halus dan khas. Ahh.. selain Opening dan Ending Song-nya yang easy listening dan nampol banget di telinga jangan lupa dengan insert song-nya yang tak kalah kerennya. Apalagi penempatannya di setiap adegan-adegan krusial sehingga menambah kesan yang mendalam pada adegan tersebut. Menurutku feel-nya berasa nonton Kimi to Boku tapi dengan cerita yang lebih kompleks, apalagi sama-sama menggunakan banyak insert song di dalam anime-nya. Dan sepertinya anime-nya mengadaptasi keseluruhan cerita yang ada di manga sehingga kita tidak perlu mengkhawatirkan adegan manga tidak ada di anime.

Betewe, selain diadaptasi ke dalam anime sebanyak 24 episode untuk season 1 dan 12 episode untuk season 2 karya mangaka Chica Umino-sensei ini juga diadaptasi ke dalam bentuk Live Action Movie, Live Action Drama Series, dan bahkan juga ada versi drama Taiwan-nya. Dan aku belum nonton sama sekali Live Action Movie hingga dramanya. Entah kenapa aku ngerasa feel-nya akan jauh berbeda ketimbang dengan yang ada di anime ataupun di manga. 

“I’ve been wondering whether there’s any meaning to a failed love. Is something that will disappear the same with something that has never existed? But there was a meaning right here. I’m so glad that I fell in love with you.”

Akhir kata, jika ingin menonton tontonan yang bisa membawamu pada berbagai macam perasaan dalam satu tontonan Hachimitsu to Clover atau Honey and Clover jawabannya. Terutama ini anime amat sangat cocok ditonton oleh Mahasiswa yang merasa bingung apa yang akan kamu lakukan setelah lulus nanti. Dan setelah selesai menamatkan series-nya ada perasaan seperti, “Ahh…kehidupan memang tidak selamanya indah, ada saat dimana kau harus merasakan yang namanya pahit dalam menjalaninya tapi itu tidak harus menjadikan dirimu menyerah. Jalani kehidupanmu yang saat ini penuh syukur karena suatu saat kau akan merasakan betapa indahnya hidup ini di waktu yang tepat.”


Terima kasih telah bersedia meluangkan waktu membaca postingan ini. Sampai jumpa di postingan berikutnya  yang entah kapan bisa terealisasi. Hahay. 


Sources : 
Continue reading [ULASAN DAN PROFIL] HACHIMITSU TO CLOVER

Jumat, 13 Maret 2015

, ,

[Manga and Anime Profile] Ao Haru Ride





Ao Haru Ride atau dalam bahasa inggrisnya disebut Blue Spring Ride adalah sebuah manga shoujo yang ditulis dan diilustrasikan oleh Sakisaka Io. Serialnya sendiri dimulai pada isu bulan Februari 2011 di Shueisha Bessatsu Margaret. Lalu pada Juli 2014 diadapatasi menjadi anime series yang diproduksi oleh Production I.G dan disutradarai oleh Ai Yoshimura. Sebuah Live Action juga dirilis pada tahun yang sama namun bulan yang berbeda, yaitu pada bulan Desember. 

-Sinopsis Cerita-
Bagi Yoshioka Futaba kehidupan semasa SMP-nya tidak begitu menyenangkan. Karena sifatnya yang feminim dan pemalu ternyata banyak sekali siswa cowok menyukainya, dan hal itulah yang membuat siswi-siswi cewek mengucilkannya karena iri padanya. Padahal sebenarnya Futaba antipati terhadap cowok karena sifat mereka yang cenderung berisik dan suka ribut. Satu-satunya cowok yang mampu menarik perhatiannya hanyalah Tanaka Kou. Cowok yang baginya terlihat begitu berbeda dengan yang lainnya. Namun sayangnya saat liburan musim panas di tahun pertama SMP-nya dia harus pindah sekolah dan sejak saat itu Futaba masih terus menyimpan perasaan sukanya tanpa pernah bisa dia ungkapkan. 
Menginjak bangku SMA dia berusaha untuk mengubah kepribadiannya, bersikap tomboi dan tidak memiliki sifat feminim sama sekali sehingga terkadang membuat siswa-siswa cowok yang awalnya mengaguminya akan berbalik menjadi ilfeel padanya. Dengan cara seperti inilah dia tidak akan lagi dikucilkan oleh siswi cewek karena perasaan iri seperti yang terjadi di masa SMP-nya. Saat dia mulai menikmati kehidupan SMA-nya dengan damai, dia bertemu kembali dengan Kou. Namun dia bukanlah Tanaka-kun yang dia kenal saat SMP dulu. Sosok Tanaka-kun yang ramah dan selalu tersenyum dulu kini sudah berganti dengan Mabuchi Kou yang dingin. 

-Pengenalan Tokoh-

Yoshioka Futaba 



Saat SMP dia menganggap semua cowok itu menyebalkan dan mengganggu, makanya tidak heran jika dia selalu berusaha untuk menjaga jarak dari mereka dan tidak terlibat dengan mereka semua. Namun diantara mereka yang menyebalkan hanya ada satu cowok yang menurutnya berbeda, dia bernama Tanaka Kou dan Futaba bertekad untuk tahu lebih banyak tentangnya. Mereka pernah berteduh di kuil berdua, tertangkap berdua saat bermain petak umpet, dan sebagainya. Pada suatu ketika Kou mengajak Futaba pergi ke festival bersama, namun sayangnya janji tinggallah janji karena ternyata saat liburan musim panas Kou pindah sekolah. 
Tiga tahun sejak kepindahan Kou, Futaba kini menjadi siswa SMA, dan disitulah dia bertekad untuk mengubah image-nya di SMP. Dia tidak menjadi feminim dan terkesan cewek yang serampangan dengan tujuan supaya siswa cowok tidak ada yang mendekatinya sehingga tidak membuat siswa cewek iri padanya seperti kejadian di SMP dulu. Pertemuannya kembali dengan cinta pertamanya yaitu. Tanaka Kou yang sekarang berganti nama menjadi Mabuchi Kou membuatnya senang. Namun tanpa dia sangka, Kou yang sekarang bukanlah Kou yang dulu. Walau setelah pertemuannya kembali membuat Futaba kesal dengan berbagai sikap Kou yang menyebalkan dan menganggap kalau dia tidak suka lagi dengannya, namun ternyata perhatian-perhatian kecil yang Kou berikan padanya tidak mampu membuatnya berbohong bahwa dia masih menyukai Kou. 

Mabuchi/Tanaka Kou



Saat SMP dia adalah cowok pemalu, dia suka tertawa dan tersenyum bersama teman - temannya dan sikapnya yang ramah tidak seperti siswa cowok lainnya yang berisik dan menyebalkan membuat Futaba menaruh perhatian besar padanya. Dia suka diam-diam memperhatikan Futaba dan saat pandangan mereka bertemu akan selalu memalingkan mukanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Pernah mengajak Futaba pergi ke festival musim panas bersama, namun Kou tidak bisa menepati janjinya karena kepindahannya yang mendadak.
Bertemu kembali dengan Futaba setelah 3 tahun berpisah, saat kelas 1 SMA dia berada di kelas unggulan dimana letak gedungnya berbeda dengan kelas reguler makanya tidak heran jika Futaba tidak menyadari jika Kou satu sekolah dengannya. Sifatnya benar-benar berubah dari Kou saat SMP. Kou yang sekarang terlihat begitu dingin dan matanya juga menyiratkan kesepian. Sebenarnya dia menyimpan rasa kehilangan yang teramat sangat saat ibunya meninggal, dan itu berdampak pada kondisi psikis Kou yang saat itu menyimpan penyesalan yang mendalam karena tidak bisa banyak menghabiskan waktu bersama ibunya. Meski begitu, tidak dipungkiri bahwa Kou masih menyimpan perasaan yang sama seperti Futaba walau dia jarang sekali menunjukkannya. 

Makita Yuuri




Dia begitu disanjung oleh siswa cowok karena sikapnya yang feminim dan wajahnya yang imut, tidak heran jika banyak siswi cewek yang menaruh rasa iri terhadapnya karenanya dan membuatnya diajuhi. Dia dianggap sebagai seorang yang pandai mencari-cari perhatian siswa cowok, padahal kenyataannya dia tidak seperti itu. Yuuri sangat pandai menyimpan perasaannya, dia sengaja melakukan kebohongan - kebohongan kecil (Ps. seperti akan makan siang bersama teman-temannya di atap dan sebagainya) kala banyak siswa cowok yang mendekatinya. Kenyataannya Yuuri tidak memiliki teman dan walau bagaimanapun keadaannya dia tetap tersenyum seolah tidak terjadi apa - apa. Saat Futaba menyangkal pendapat teman - temannya mengenai Yuuri, Yuuri sangat senang dengan pembelaan Futaba walau dengan konsekuensi bahwa Futaba harus kehilangan dua temannya itu. Dari situlah mereka berdua mulai akrab.
Saat kelas dua ternyata mereka satu kelas dan Yuuri juga menjadi salah satu petugas kelas seperti Futaba. Semenjak pelatihan untuk para petugas kelas diketahui bahwa Yuuri menyukai Kou dan itu sempat membuat perasaan Futaba bingung yang saat itu juga masih menyukai Kou. Takut kejadian semasa SMP terulang, dimana dia pernah dijauhi sahabatnya karena disangka menyukai gebetannya Futaba akhirnya berterus terang mengenai perasaannya kepada Yuuri dan keduanya berjanji untuk bertanding secara sportif demi mendapatkan cintanya Kou tanpa mengganggu persahabatan mereka. Pada akhirnya Yuuri harus kecewa karena cintanya ditolak oleh Kou.

Murao Shuuko



Kesan pertama tentang dirinya 'dingin'. Dia seolah tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, tidak peduli jika dia tidak memiliki teman dan memang sengaja menjaga jarak dengan yang lain, dan dia tidak peduli dengan Kominato yang berusaha keras membuatnya menyukai kehidupan SMA-nya. Hingga pada saat memasuki tahun kedua di SMA dia mencalonkan diri sebagai salah satu petugas kelas yang memaksa dirinya, Kominato, Yuuri, Kou, dan juga Futaba harus mengikuti pelatihan kepemimpinan selama tiga hari dua malam. Diketahui juga alasan awal saat Murao mencalonkan diri karena Tanaka-sensei menjadi salah satu guru pembimbing dalam pelatihan. 
Setelah mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama yang lain, Murao secara tidak langsung menjadi akrab dengan mereka. Terutama dengan Futaba dan juga Yuuri yang memaksanya ikut bersama mereka berdua untuk menjadi pendengar curhatan mereka mengenai Kou. Pada awalnya Murao terganggu dengan kehadiran mereka berdua, namun seiring berjalannya waktu akhirnya dia mulai membuka dirinya dan menjadi akrab. Murao pun bahkan mengaku kepada mereka berdua jika dia menyukai Tanaka-sensei. 

Kominato Aya



Ceria dan sangat spontan. Kominato terlihat tidak memiliki masalah dengan kehidupan sosialnya. Dia sangat terbuka, peduli, namun terkadang bodoh. Menyukai Murao sejak kelas satu dan sangat peduli dengannya yang cenderung cuek. Tidak begitu menyukai Tanaka-sensei yang dianggapnya sebagai rival. Menjadi dekat dengan Kou semenjak mereka sama - sama menjadi petugas kelas, walau pada awalnya Kominato tidak menyukainya karena Kou adalah adik dari Tanaka-sensei. 
Sikap peduli Kominato terhadap Kou lambat laun membuatnya sadar bahwa dia tidak sendiri, dia bisa berbagi beban kepada orang lain. Bahkan Kominato adalah orang yang pertama kali mengetahui bahwa selama ini Kou masih sangat menyukai Futaba dan berjanji untuk tidak mengatakannya kepada siapapun. 

Yoichi Tanaka



Kakak laki - laki Kou sekaligus seorang guru bahasa inggis di SMA tempat Kou bersekolah. Dia lebih tua delapan tahun dari Kou. Sikapnya yang ramah dan penyayang membuat Futaba tertarik padanya karena mengingatkannya pada Kou. Sempat salah paham akan kedekatan hubungannya dengan Kou yang tidak lain karena tidak tau bahwa mereka berdua adalah kakak beradik. Tanaka-sensei mengetahui bahwa Murao menyukainya namun dia selalu mengatakan padanya bahwa hubungan mereka tidak lebih dari sekedar hubungan murid dan guru saja.
Meski begitu, dia tidak segan - segan membantu Murao jika dibutuhkan dan bahagia saat bantuannya berguna. Dia menikmati sikap rivalitas Kominato terhadapnya karena Murao sangat menyukainya. Dia selalu memberikan saran kepada Futaba saat dia menghadapi masalah dengan Kou. Sebagai saudara tertua, Tanaka-sensei merasa bertanggung jawab atas perubahan sikap Kou yang dingin semenjak peninggalan ibunya dan dia juga merasa bahwa dia gagal menjadi seorang Kakak bagi Kou.

Kikuchi Touma



Sejak pertemuan yang 'memalukan' dengan Futaba di perpustakaan, dia memiliki kesan buruk terhadapnya. Namun kesan itu berubah sejak dia mengetahui bahwa betapa menyesalnya Futaba atas insiden tersebut. Kesungguhannya untuk memperbaiki kesalahpahaman tersebut, membuat Kou cemburu karena melihat perlakuan Kikuchi yang berlebihan terhadap Futaba. Teman - temannya memanggilnya "Goodie-Goodie" dan "Hasebe" karena sikapnya yang kaku dan jujur.
Touma memakai piercing di telinga kirinya. Touma menyukai Futaba karena sifatnya yang natural dan tidak dibuat - buat. Tak heran jika dia terkadang suka blushing saat melihat Futaba. Dia menyadari jika Futaba menyukai Kou namun meski begitu dia berusaha untuk mendukung Futaba dan melindunginya. Touma akhirnya menyatakan perasaannya dan meminta Futaba untuk berpacaran dengannya. 

Narumi Yui



Teman SMP Kou saat Kou bersekolah di Nagasaki. Kou dan Narumi menjadi akrab saat pertemuan mereka di rumah sakit, dimana saat itu ayah Narumi dan Ibunya dirawat di rumah sakit yang sama. Kematian ayahnya membuat Narumi terpukul. Karena Kou sama - sama pernah mengalami hal yang sama dengan Narumi maka dia memutuskan untuk berada di sisinya dengan konsekuensi dia tidak bisa menerima perasaan Futaba. 
Saat festival kebudayaan sekolah Kou, Narumi datang mengunjunginya dan itu membuat Futaba cemburu. Diketahui juga bahwa Narumi pernah mencium Kou dan saat Futaba menanyakan hal itu kepada Kou dia sama sekali tidak menyangkalnya. Narumi mengatakan bahwa dia lebih memahami Kou ketimbang dirinya, dan dia tidak mengerti mengapa Kou tidak bisa membalas perasaannya. Kou mengaku bahwa dia masih menyukai Futaba dan dia tidak bisa bersama Narumi. Narumi berusaha untuk memahami keputusan Kou walau sebenarnya dia sama sekali tidak menginginkannya.

-Kesan mengenai Ao Haru Ride
Jujur aja awal tau Ao Haru Ride gara - gara nonton anime-nya, begitu selesai nonton sampe episode 3 aku penasaran sama jalan ceritanya dan tidak bisa menunggu episode berikutnya. Akhirnya aku memutuskan untuk membaca manga-nya. Kesan baca manga-nya aku gak bisa berhenti baca karena ceritanya yang menarik dan aku suka gemes sama sikap Kou ke Futaba. Rasanya Futaba suka diPHP-in sama Kou >.< 
Aku akui ini cerita tipikal shoujo banget, tapi gak tau kenapa aku suka. Tiap - tiap karakternya sangat menarik dan bisa dibilang Ao Haru Ride bagus karena penggambaran karakternya yang kuat. Saat baca chapter menuju ending plotnya terkesan datar dan kesan menarik dari awal chapter menjadi berkurang. Jujur sedikit kecewa bagaimana cara Sakisaka Io-sensei membuat ending-nya, tapi mau bagaimanapun juga aku harus terima, seenggaknya Kou dan Futaba tetap bersama. Berharap banget Io-sensei nanti bakalan bikin extra chapter buat Ao Haru Ride :D hehe. 
Akhir kata, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini dan membaca postingan mengenai salah satu manga favorite-ku ini :) Maaf jika ada beberapa kesalahan dalam penjelasan diatas dan maaf juga karena ada beberapa karakter yang tidak ditampilkan. 

Sumber
Wikipedia, Tumblr
Gambar : Sakisaka Io's artwork dan tumblr

Continue reading [Manga and Anime Profile] Ao Haru Ride

Rabu, 31 Desember 2014

, , ,

[INDO TRANS] Sword Art Online (Material Edition 16,8)

EHEMM...!! Intermezo dulu gakpapa kali yah? Jujur, udah lama banget ini blog gak keurus. Aslinya banyak banget yang pengen diluapin buat ditulis di blog ini, tapi apa daya akunya malah bingung mana duluan yang harus didahulukan dan akhirnya berakhir dengan banyaknya postingan yang tak selesai dan berakhir menjadi draf yang sang penulis sendiri tidak tau kapan akan selesai ditulis dan dipost. Hontouni Gomenasai /deep bow/

Oke, dipenghujung akhir tahun 2014 aku mau posting sebuah project iseng yang entah kenapa mendadak pengen ngerjain karena alasan kepo :p hehe. Yap, ini salah satu side story dari Light Novel karya Reki Kawahara-sensei yang sangat fenomenal ini yaitu "Sword Art Online". Kalau ditanya kenapa garap ini alasannya satu, karena di Baka-Tsuki side story yang ini belum diterjemahin ke bahasa indonesia dan karena alasan INGIN tau ceritanya akhirnya aku mutusin buat nerjemahin,.Walaupun butuh perjuangan juga karena mengingat kemampuan bahasa inggrisku masih pas-pasan dan masih butuh bantuan google-sensei juga buat nerjemahin. Tapi tenang aja, aku jamin terjemahannya gak berbahasa google-sensei kok. Jujur masih banyak kesalahan disana-sini dan masih ada beberapa yang terkesan kaku dan bingung buat dibaca. Tolong maafkan kekuranganku, namanya juga masih belajar dan butuh proses buat bisa lebih baik. Nanti akan diperbaiki lagi supaya bacanya lebih nyaman dan mudah dipahami :) Jika ada kritik dan saran silahkan ditunggu komentarnya :)

Untuk membaca Light Novel bahasa indonesia secara keseluruhannya silahkan baca disini dan untuk terjemahan bahasa inggris dari side story ini bisa dibaca disini
Selamat membaca.


Sword Art Online –Material Edition- 16,8 Bahasa Indonesia


Konsumen pertama yang menggunakan mesin full dive mengirimkan dorongan yang sangat lemah kedalam otak pemakainya, memungkinkan untuk merasakan lima panca indra; penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, sentuhan, di dalam lingkungan VR.

Tetapi kesanku mengenai dunia VR itu sendiri—penjara elektronik—setelah menghabiskan hampir dua tahun didalamnya adalah tingkatan dari panca indra yang sedikit naik turun.

Penglihatan dan pendengaran hampir dikatakan sempurna. Informasi yang disampaikan tiap-tiap objek 3D buatan atau suara sintesis, tidak persis seperti dunia nyata, tapi aku hampir tidak pernah merasakan pemutusan indera dalam penglihatan ataupun pendengaran.

Indera perasa dan penciuman juga bekerja cukup baik. Mereka menyerah dalam menciptakan «sensasi memakan sesuatu»—seperti rasa makanan, aroma, tekstur, dan rasa—dalam kesempatan yang sesungguhnya dari awal, malah menggabungkan data awal melalui  «mesin reproduksi rasa» dan menciptakannya kembali, tetapi setelah digunakan, sesuatu yang manis sejujurnya akan terasa manis. Makanan yang disiapkan oleh ksatria wanita berpedang terpandang yang telah menyelesaikan kemampuan memasaknya, khususnya, memberikan rasa kepuasan yang akan membuatnya lupa bahwa kita berada di dalam VR, sekalipun makanan itu adalah telur goreng yang sederhana. —Nah, meskipun aku tidak bisa mengatakan  bahwa sepenuhnya juga dipengaruhi oleh faktor – factor lainnya.

Dan indera terakhir, sentuhan : sensasi pada kulit seseorang, termasuk kehangatan.
Sayangnya, rasa ketidaknyamanan itu tidak muncul hingga hari ini.

Tidak masalah ketika secara aktif menyentuh sesuatu. Kemudahan dalam menggenggam kulit yang dibungkus pada pegangan pedang kesayanganku, atau sensasi yang lembut dari seorang berambut panjang yang aku cintai. Perasaan seperti itu terasa lebih hidup dibandingkan dengan yang ada di dunia nyata, memuaskan sentuhanku.

Tetapi melalui informasi yang sedikit, berbagai sensasi terus diterima pada kulit seseorang ke seluruh tubuh, tidak disangkal berbeda jauh dari dunia nyata.

Perasaan pakaian yang bergesekan dengan kulit. Berat pakaian luar dan elastisitas utama. Temperature dan fluktuasi udara. Tekanan tapak kaki ketika berdiri atau paha ketika duduk diatas kursi. Kebanyakan  «pengalaman dari gabungan sensasi ke seluruh tubuh» sebenarnya disederhanakan secara rendah di dalam SAO. Alasannya mungkin karena kelebihan informasi. Tentu saja, ada sensasi memakai sesuatu, tetapi permukaan kasarnya berakhir dengan perasaan datar,seperti gambar beresolusi rendah.

Dikatakan, sangat mungkin untuk mendapatkannya. Tidak seperti kesadaran dari tekstur pakaian yang dipakai sepanjang waktu di dunia nyata juga. Tidak masalah jika seseorang tidak terlalu memperhatikannya; tidak terasa aneh atau apapun di kehidupan sehari – hari (walaupun terasa aneh menggunakan istilah itu di Aincrad).

Tetapi ada satu situasi dimana seseorang tidak bisa mengelak dalam mengalami kualitas rendah dari indra perasa.

Ketika seluruh tubuh seseorang, dengan semua peralatannya dilepaskan, direndam dengan cairan hangat.

Atau dengan kata lain, di dalam kamar mandi.


25 Oktober 2024, 10 A.M

Samar – samar aku dapat mendengar nyanyian kecil dari luar pintu yang mengarah ke kamar mandi. “Nn, nn, nn, fufuu, fuu, funn ”. Dan selain itu, suara lembut air.

Situasi seperti ini sedikit mengingatkanku ketika aku tidur di perkemahan Dark Elves dulu, tetapi aku yang sekarang dikuasai oleh sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Itu adalah, hak untuk membuka pintu ini.

Aku mengambil nafas dalam – dalam sebelum mengetuk pintu kayu itu.
Nyanyian kecil  berhenti dan setelah itu terjadi keheningan singkat, sebuah suara lembut “Oke” kembali terdengar.

“Pe-Permisiii….”

Dan aku, juga, membalas dengan suara yang lembut ketika membuka pintu. Cahaya matahari pagi bersinar dari jendela dalam membuat efek uap menyelimuti kamar mandi bercahaya putih dan membuat mataku menyipit.

Rumah kayu yang dibangun di atas Aincrad lantai ke-22 tidaklah besar, tetapi kamar mandinya sendiri dibuat cukup luas. Ukuran kasarnya dua meter per empat meter, sedikit kebawah 2,8 kali ukuran 1.618 bak mandi standar, atau sekitar 1,6 per 1,8 meter dengan kata lain, mendekati ukuran pemandian air panas di hotel… tidak, aku akan masuk terlalu dalam.

Menurut rumor yang beredar, guild «Divine Dragon Alliance», memiliki sebuah bak mandi raksasa kelas-sepuluh-meter terbuat dari batu marmer di markas guild mereka di lantai ke-56, tapi kelihatannya sulit untuk bersantai ketika ukurannya sebesar itu. Ukuran ini kemungkinan terbilang mewah dalam sebuah rumah pemain. Tidak disebutkan bagaimana bak mandi itu terbuat dari pohon cemara dan memiliki air panas yang mengalir secara bebas. 

“Hei, apakah kau berencana untuk berdiri disana sepanjang hari?”

Kata – kata itu terdengar dari luar uap tebal dan mengembalikan  pikiranku. Kepanikan kembali menyerang inderaku, aku berbicara dengan gugup.

“Ah, aku akan kesana, aku akan masuk”

Tepat ketika aku berjalan sempoyongan ke arah bak mandi, pertanyaan lain datang dari dalam.

“Seperti itu?”

Terkejut, aku melihat kebawah pada diriku sendiri dan menyadari aku mengenakan baju hitamku yang biasanya. Membalas dengan “Ah, aku akan melepaskannya. Aku akan membuka pakaianku.” Ketika aku menarik keluar window, aku menekan tombol unequip. Uap panas dengan lembut menyentuh kulit avatarku yang tersingkap setelah aku menyimpan berbagai peralatan yang melekat di pakaianku di dalam penyimpanan.

Tentu, ada kemungkinan untuk pulih dari keadaan ini, tetapi jika ada seorang pemuda berumur enam belas tahun yang mampu melewati situasi seperti ini dengan pikiran terbuka, dia bisa menjadi karakter utama dari beberapa permainan RPG. Sebagai seorang pemain solo dari sebuah VRMMO, aku hanya bisa berjalan sempoyongan dengan sembilan puluh persen kehilangan kemampuanku untuk berpikir.

Dipisahkan oleh uap padat, aku berjalan sekitar tiga meter dari bak mandi dan melihat kilauan, getaran air yang menyebar. Dan kstaria wanita dengan rambut coklatnya digelung ke atas, memperlihatkan bahunya yang naik.

Wajah Asuna, ketika dia melihat kearahku dengan mata menengadah, berubah menjadi semakin merah, mungkin karena air panas atau mungkin… pikiran semacam itu muncul di kepalaku saat aku dengan segera selesai menuangkan air pada diriku sendiri. Kemungkinan ini norma dan hanya sopan santun untuk membasuh diri sebelum memasuki pemandian musim panas di dunia nyata, tetapi di Aincrad, seseorang akan tetap bersih kecuali tubuhnya dipenuhi oleh lumpur, cat, atau lendir dari monster. Bergumam “Permisiiii…” sekali lagi dengan suara lembut, aku mmasuk kedalam air panas yang berlimpah berlawanan dengan Asuna. Ukuran bak mandi keseluruhannya sebesar dua meter, jadi tidak terasa sempit sama sekali, meskipun kami berdua berada di dalamnya.

Bahkan dengan situasi seperti ini, yang pertama kali menyadarkanku adalah kenikmatan mandi seperti aku harapkan.

 “Hauuoo…”

Suaraku secara alami keluar dari mulutku. Dalam hal keinginan untuk mandi, kemungkinan aku hanya memiliki sekitar satu per tiga puluh dari yang Asuna miliki, tapi bukan berarti aku tidak menyukai mandi . Kehangatan yang begitu nikmat, tekanan yang menenangkan, dan perasaan saat air panas yang merendam satu persatu dari susunan sel – sel itu…..

“Houfhhhbbbb…”

Mulutku tenggelam kedalam bak mandi dan menghela nafas panjang, sebelum akhirnya aku menyadari «itu».
“Bbbb…. bhb?”

Mengangkat bagian atasku, pertama – tama aku menyekop air dengan kedua tanganku dan membiarkannya jatuh berulang kali sebelum menatap wajah Asuna di sisi lain yang ditutupi oleh uap.

“Huh… apa hanya aku? Airnya teras berbeda dari sebelumnya…”

“Iya, kan?”

Mengangguk dengan perasaan canggung, kepalanya keluar dari permukaan, istri muda dengan kemampuan mandi yang sempurna berbicara.

“Aku berpikir begitu ketika aku masuk, di pagi hari juga, tapi kelihatannya ini terasa lebih alami. Mandi selalu terasa lebih seperti kehangatan membran yang didorong pada seluruh tubuh, terlebih lagi air, walaupun ada sedikit juga… tetapi aku merasa airnya benar – benar membasahiku di dalam bak mandi ini.”

“Ya, memang benar… Ada tekanan air, sensasi yang meluap ini, dan perasaan bahwa semua tetesan airnya mengalir ke seluruh kulit juga…—Aah, apakah mandi selalu terasa senikmat ini…? Mungkin aku harus mandi setiap hari dari sekarang juga…“

Aku tenggelam di dalamnya, meniup gelembung, sekali lagi dan tetesan air datang terbang dari depan. Asuna menjentikkan beberapa air dengan jarinya.

“Hei, Kirito-kun, ini bukan keharusan, tapi kewajiban. …Tidak, pertanyaan sesungguhnya disini adalah kenapa terasa seperti ini.”

“Bhbh? Bb…. bh, itu benar…”

Mengangkat diriku lagi, aku menatap tajam pada getaran air yang berkilauan.

Dan kemudian, aku akhirnya menyadari sebuah fakta yang penting. Air panas yang memenuhi bak mandi tidak sepenuhnya transparan—

“Ah, aaah!? Ada sesuatu seperti garam mandi disini!!”

Aku melambaikan tangan kananku keatas dan kebawah di dalam air dengan suara berteriak, tetapi jernihnya air yang keruh hanya memungkinkanku untuk melihat sekitar tiga sentimeter ke bawah. Aku mengalihkan wajahku kembali kedepan dan di sisi uap, ksatria wanita itu menyeringai dengan cerahnya.

“Ini kesempatan langka, jadi aku mencoba untuk menaruh bubuk mandi herbal yang aku dapatkan beberapa waktu yang lalu. Dengan merendamkannya selama tiga puluh menit,  kau rupanya mendapatkan sebuah buff[1] yang hadiahnya adalah bonus menangkal racun selama tiga jam. Ini adalah barang yang cukup langka.  

“…Mandi untuk sebuah Buff.”

“Mengatakan sesuatu?”

“Tidak, tuan.”

“Kau ada masalah?”

“Tidak, tuan.”

Aku menjawab kepada wakil ketua pemimpin yang terhormat sambiI menatap kedalam air. Dua kaki yang pucat, ramping dan menawan yang harusnya mampu menyita pandanganku itu benar – benar tersembunyi dibalik kompisisi awan tidak dikenal.  

Entah kenapa perasaan sedih muncul di dalam diriku saat aku mulai berbicara.

“Lalu, bukankah itu yang menyebabkan sensasi ini juga? Seperti,mungkin bubuk mandi yang memiliki efek membuat  mandi terasa lebih berasa…”

“Yaa, aku tidak menambahkan apapun kedalam ketika aku mandi tadi pagi. Tapi ini terasa sama seperti tadi.”

“O-Oh benarkah?”

Bagaimanapun juga hal ini dapat memulihkan kembali antusiasku untuk menyelesaikan misteri kamar mandi, aku memercikkan air dengan tangan kananku sambil mulai berpikir.

Walaupun awalnya hal ini mengejutkanku, sekarang aku berkonsentrasi pada sensasinya, aku bisa mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan sebuah kamar mandi yang sesungguhnya. Cara air yang berpisah tampak tidak alami  dan suaranya terlalu seragam. Tapi masalah itu berkaitan dengan indera penglihatan dan pendengaran, dan perasaan tidak nyaman menghilangkan sensasi yang ada di kulitku saat berendam di  dalam air panas jika aku bertahan dengan mataku yang tertutup.

“Hmm… —Mungkin akan ada sebuah pembaharuan untuk interaksi yang tidak pasti tanpa kita sadari atau…”

Aku menyuarakan ideku yang pertama dan Asuna menggelengkan kepalanya, mencipratkan air, di sisi lain yang dipenuhi uap.

“Airnya tidak terasa berbeda saat aku mencuci piring tadi.”

“Lalu… mungkin ada suatu sensasi yang sangat menakjubkan di kamar mandi di dalam rumah kayu ini atau…”

“Jika rumah kayu benar – benar memiliki hal semacam itu, aku pikir seharusnya hal seperti itu ditulis di dalam pernyataan di jendela pembelian.”

Ide nomer dua keluar dengan mudah.

“Erm, erm…”

Perlahan aku tenggelam jauh lebih dalam ke dalam air saat aku mencari ide nomer tiga dan secara tak sadar merenggangkan kakiku yang terlipat.

Dan ujung jempol kakiku menyentuh sesuatu yang lembut. Asuna mengejang pada saat yang bersamaan.  Suara yang dihasilkan melintas sepanjang satu meter dan tujuh belas sentimeter, dan airnya bergetar di hidungku.

 “Hmm, hmmm…”

Aku bergumam saat menggerakkan jari kakiku. Sesuatu datang oleh sentuhan dengan kelenturan yang memikat dan dengan itu, sebuah desiran baru terdengar.

“…Ayolah, Kirito-kun, berpikir serius.”

“Aku sedang berpikir, pastinya.”

….Ini pasti telapak kaki Asuna… tidak, jaraknya pasti lebih dekat, huh. Maka betisnya… atau mungkin dibawah lututnya…

“Ah… ti-tidak, tidak…”

Asuna mencoba menarik kakinya kembali dengan bisikan lembutnya, tapi aku meluncur lebih dekat kedalam air dan tetap bertahan untuk tetap bersentuhan. Aku menemukan sesuatu yang sungguh luar biasa halus, lembut, dan panjang, aku lanjut mencoleknya dan menggosoknya secara terus menerus.

“Nn… ya ampun… seperti yang aku katakan, kita hanya, masuk bersama - sama…”

Kstaria wanita itu melawan dengan suara yang tegang dengan wajah yang tiga kali semerah beberapa menit yang lalu. Ekpresinya benar – benar manis saat dia menurunkan kelopak matanya, sedikit menggigit bibir bawahnya dan memohon untuk menghentikan dorongan dari indera sentuhan.

Seorang pemuda berumur enam belas tahun yang mampu menghentikan situasi ini akan sesuai dengan karakter utama dalam sebuah buku fiksi dewasa dengan narasi yang seluruhnya berputar kesekitar karakter utama.

Ketika sadar aku sudah mendekati titik tengah – tengah bak mandi yang panjangnya dua meter. Perhatian penuh akan dibutuhkan dari titik depan ini, bersama dengan kemajuan dari alasan kenekatan.

Mengamati reaksi Asuna, aku mengulurkan tanganku ke dalam air yang keruh dan menangkap kaki kanan mungilnya dimana aku bisa memprediksi letaknya.

“Ah, tidak!”

Sebuah serangan terdorong saat ia secara naluriah mundur. Jari – jari meluncur menyeberangi kaki kecilnya yang keluar dari air, dari pergelangan kaki ke betis, memijat dengan lembut otot halus yang biasanya ditutupi oleh sepatu boot panjang.

“…!”

Tubuh bagian atas Asuna, bersandar membelakangi bak mandi, membungkuk ke belakang dengan cepat. Lekukan – lekukan tubuhnya, lebih putih dari pada air panas, terlihat seakan – akan terpisah dari air yang keruh. Aku kehilangan inderaku disana, mengubah jarak dari tujuh puluh sentimeter ke nol dalam sekejap.


2
“……Ah, Begitu, jadi seperti itu.”

Aku bersuara dan Asuna, sedang minum dari gelas yang dipenuhi dengan air es di sisi yang berlawanan dari meja, sambil melirik.

“…Apa yang kau katakan, apa ini?”

Kata – kata dan ekspresinya yang khawatir, tapi si ksatria wanita tampak sangat menggemaskan dengan sebuah handuk yang melilit di kepalanya dan sebuah handuk putih besar melingkari tubuhnya. Kalau dipikir, ini pertama kalinya aku melihatnya mengenakan pakaian yang seperti ini, bukan? Tentu saja, aku hanya mengenakan sebuah handuk di sekitar pinggangku. Tidak ditutupi oleh tangan tetapi oleh perlengkapan sebuah handuk diatas bagian «lower underwear» dari peralatan yang tertera— jadi kami berdua harusnya berfoto untuk mengingat momen yang seperti ini… atau pikiranku ini, dikacaukan oleh mandi air panas yang panjang yang nyaris berhenti setelah menilai bahwa saran itu akan menghasilkan tumpahan air es pada wajahku.

Meneguk air yang tersisa dalam gelas yang ada dihadapanku, aku mendinginkan pikiranku sebelum aku mengeluarkan suara mengenai apa yang aku pikirkan beberapa detik yang lalu.

“Erm, dengar, mengenai kenapa mandi terlihat lebih seperti mandi.”
“Eh… kau tau kenapa?”

Aku mulai menjelaskannya dengan penuh percaya diri kepada istri mudaku yang berkedip keheranan.

“Sederhana saja. Lihat, sensasi pada kulit kita diperbesar lebih dari biasanya saat ini, bukan?

“Sensasi di kulit kita…?”

Asuna menunjukkan ekspresi ragu – ragu, tapi kira – kira tiga detik kemudian, wajah itu segera berubah menjadi merah dari pipi hingga telinganya. Aku lebih baik tidak perlu menjelaskannya secara detail, jadi aku memasang ekspresi serius dan berhenti dengan anggukan “ya”.

Alasan apa yang terjadi di kamar mandi tadi adalah karena Asuna dan aku saat ini memiliki sebuah pengaturan yang tersembunyi yaitu, «Ethics Code Off», dihidupkan. Dalam keadaan ini, hal ini seperti beberapa pembatas yang dihilangkan, terutama dalam hal indera peraba. Kuantitas dari data sentuhan, menjaganya hingga batas minimum, harusnya mengalami peningkatan walaupun bersifat sementara.

 “…Tentu saja, itu akan menyebabkan banyak beban pada sirkuit dan Nerve Gear, jadi kita harus mematikannya ketika kita pergi. Tapi kau setuju bukan, jika aku mengetahui lebih cepat bahwa mandi akan terasa lebih nyata hanya dengan mematikan kode… mungkin tidak menghabiskan waktu yang lama bagi Argo untuk mengetahuinya, jadi jika dia menjualnya padaku mengenai informasi itu…”  

Dan segera setelah aku mengatakan suatu hal yang tak seharusnya kukatakan, pada akhirnya aku berakhir dengan mendapatkan serangan air dingin.

Asuna pergi ke kamar tidur dalam keadaan marah, jadi aku melanjutkan melatih pikiranku dengan tetesan – tetesan air dingin yang menetes dari rambutku.

Kami mematikan ethics code kemarin lusa dan membiarkannya mati sejak saat itu. Tetapi kami menyadari akan sensasi sentuhan yang berbeda dari biasanya ketika kami memasuki kamar mandi, dengan tidak merasakan seperti inderaku yang sekarang menguat ketika aku duduk disini setengah telanjang dan terlebih lagi setengah basah. Dengan kata lain, efek hanya menunjukkan dirinya ketika semua peralatan dilepaskan. Jadi bahkan jika kita meninggalkannya, tidak akan masalah dengan beban pada mesin dan sirkuit…

“Ayolah, berapa lama kau akan tetap seperti itu?”
Aku mengangkat wajahku pada suara; Asuna yang berdiri dengan kedua tangan di atas pinggangnya, handuk mandinya berubah menjadi sebuah gaun rumah.
“Jangan protes padaku ketika kau masuk angin dan menggigil selepas mandi.”
“Y-ya...”
Masih menjadi misteri mengapa fenomena tersebut bisa terjadi di dunia ini, tetapi aku hanya bisa mengangguk setelah dirawat oleh Asuna dalam sebuah penginapan ketika dulu aku sakit karena tubuhku di dunia nyata sedang terserang flu atau sesuatu seperti itu.
Berdiri hanya mengenakan handuk, aku berpikir untuk pergi ke kamar tidur, tiba – tiba aku berhenti. Aku harus mengatakan pada Asuna kesimpulan yang aku dapat beberapa detik yang lalu bahkan jika itu artinya aku mendapatkan lemparan air lainnya.

“…Um, Asuna-san?”

“Apaa?”

Dengan malu – malu, aku bertanya kepada istri mudaku yang mulai merapikan gelas dan teko.

“Erm… Aku tau semua yang aku katakan mengenai beban tadi… tapi sepertinya, sensasi – sensasi itu kelihatannya hanya untuk memperkuat semua peralatan yang sudah dilepaskan, jadi aku hanya akan mengatakan bahwa sebenarnya tidak perlu atau terburu – buru untuk mematikannya dan semua…”   
Apakah dia akan marah lagi?! Aku menunggunya berbicara, tapi Asuna menunjukkan ekspresi yang tidak terduga, memegang erat pada teko dengan wajahnya yang menunduk.

“…masih belum dimatikan.”

“Eh?”

“Seperti yang aku katakan, aku masih belum mematikannya. Lagipula.. sangat mengganggu jika harus pergi sejauh itu kedalam menu windows setiap waktu…”
Ksatria wanita yang secara perlahan menjelaskan dengan pipinya yang memerah itu terlihat sangat  manis dan menawan.

“Ah… A- Aku pikir begitu …”

—Aku hanya bisa membalas dalam suara kaku.


(Tamat)


Keterangan :
Buff : Istilah yang dipakai pemain untuk meminta support skill dari anggota team yang bisa melakukan support skill seperti mage atau priest.

Continue reading [INDO TRANS] Sword Art Online (Material Edition 16,8)