Minggu, 01 Maret 2015

[Catatanku] Pengalaman (singkat) Kerja Pertamaku

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ehem, sepertinya sudah lama yah ini blog ditinggalkan oleh pemiliknya? wkwk. Maaf sudah membuatmu terbengakalai blog-ku tercintah~ /elus-elus/ Oke kali ini aku mau cerita tentang pengalaman singkat kerja pertamaku. Tulisan ini hanyalah curhatan penulisnya, tolong abaikan atau lewati jika anda merasa tulisan ini tidak penting bagi anda :) Terima kasih. 

Sekitar awal  bulan Februari kemarin tepatnya tanggal 07 Februari 2015 aku mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tidak aku kenal. Begitu aku angkat ternyata itu berasal dari sebuah kantor penerbitan buku anak-anak dimana dulu aku pernah menyerahkan CV-ku saat jobfair Sidoarjo bulan November tahun kemaren. Saking lupanya karena sebenarnya aku sudah nggak berharap banyak lagi dari jobfair itu aku sampai lupa perusahaan mana saja yang aku masukkan CV-nya. Begitu mendapatkan panggilan interview di hari senin tepatnya tanggal 09 Februari 2015 dari *aku sensor nama perusahaan* aku bimbang, karena pada saat itu aku sedang berada di rumah Pamekasan karena ada acara tahlilan 100 hari alm. ayahku. Rencananya selepas acara itu aku ingin stay di Pamekasan sedikit lebih lama lagi. namun niat itu urung aku lakukan mengingat ini adalah kesempatanku dan aku tak boleh menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan yang ada. 

Jadilah hari minggunya aku kembali bersama tante ke Surabaya demi memenuhi panggilan interview tersebut /huhuhu :(/ Rasanya berat sekali meninggalkan rumah, padahal masih sebentar banget aku di rumah tapi demi keluarga di rumah aku melakukannya. 

Singkat cerita, tepatnya tanggal 09 Februari 2015 ditemani Devy dan Firman yang mana keduanya adalah adik sepupuku pergi menemaniku pergi ke tempat panggilan interview yang menurut info dari penelpon sih beralamat di *sensor* no. 7 daerah Ngagel. Karena tempatnya cukup jauh dari perak kami bertiga naik mobil tante kesana. Dengan mengandalkan alamat yang diberikan dan juga google maps kamipun pergi sesuai dengan peta yang ditujukan google maps. 

Jujur aja, hampir sejam kami keliling-keliling mencari lokasi perusahaan namun tidak berhasil. Bahkan google maps pun sampai salah memberikan kami informasi. Kami juga sampai bertanya kesana-kemari untuk mencari lokasinya namun belum ketemu juga. Saat itu pikiran jelek sudah muncul dipikiranku, 'sudah nyerah aja wes kalau gak ketemu.' namun berkat informasi dari salah satu penjaga di kompleks perumahan kami akhirnya menemukan lokasinya. Ternyata aku salah menuliskan alamat perusahaannya :p hahaha. 

Kesan pertamaku begitu melihat lokasi perusahaan yang sebentar lagi aku masuki adalah.... kayak bukan perusahaan saja, soalnya kantornya aja kayak rumah biasa. Aku yang awalnya ragu akhirnya masuk juga, sedangkan Devy sama Firman menunggu didalam mobil. Saat masuk aku disambut dengan dua orang costumer service. Aku mengatakan maksud dan tujuanku, dan mereka menyuruhku untuk duduk dan menunggu sementara mereka akan memanggilkan orang yang akan mewawancaraiku, Sembari menunggu, salah satu CS disana menyodorkan buku tamu untukku dan saat aku menuliskan namaku di buku tamu itu sudah kudapati kira-kira sekitar sepuluh nama yang tertulis diatasku dengan tujuan yang sama, 'wouw, mereka datang pagi sekali.' ucapku takjub. Itu berarti aku sendiri yang datang terlambat. hehe. Setelah beberapa menit menunggu, salah satu CS menyuruhku untuk masuk ke sebuah ruangan. Di ruangan tersebut ada dua kursi yang saling berhadapan dan dibatasi oleh meja yang diatasnya ada beberapa buku pelajaran anak-anak. Aku menunggu disana sambil celingukan merhatiin ruangannya.

Tak berapa lama sosok wanita yang akan mewawancaraiku datang, dia tersenyum padaku dan akupun tentu membalas senyumannya.  Beliaupun memulai wawancara dengan melihat CV-ku yang dia pegang. Menanyakan apakah aku sudah pernah bekerja sebelumnya? Dimana aku kuliah? Dimana aku tinggal dan sebagainya. Lalu dia mulai membahas mengenai perusahaan, dan berhubung aku S1 aku ditempatkan di salah satu divisi yaitu bagian pa**knya. Aku mulai mendengarkan dengan seksama penjelasannya sehingga aku tak ingin sedikitpun terlewat. Beliau juga menjelaskan bahwa ada masa percobaan selama dua bulan dengan gaji pokok sebesar Rp 500.000,- sebulan dan transport Rp 15.000,- sehari. Setelah wawancara selesai, beliau memintaku untuk datang lagi besok.

Begitu selesai wawancara aku langsung mendiskusikannya dengan kedua sepupuku, meminta pendapat. Aku mulai ragu untuk melanjutkan begitu mengetahui bahwa gajinya hanya lima ratus ribu rupiah, bukannya aku pemilih tapi rasanya itu terlalu sedikit jika dibandingkan dengan pegawai kasir yang bekerja di mini market. Lalu Firman mengusulkan untuk mendiskusikannya dengan Tante Kut, aku menelponnya dan meminta saran kepada beliau dan mendapati jawaban bahwa aku disuruh coba dulu sebagai pengalaman kerja untuk yang pertama kalinya walaupun aku akui bahwasanya jarak lokasi kantor dari perak lumayan jauh. Akhirnya keputusan sudah aku buat, aku memutuskan untuk datang lagi keesokan harinya untuk mengikuti training. 

Cerita langsung dilompat pada saat aku sudah resmi menjalani masa percobaanku, tepatnya tanggal 12 Februari 2015. Siang harinya setelah jam istirahat usai aku ditempatkan di kelas untuk mengikuti pengarahan dari tutorku. Di dalam ruangan ada dua pegawai wanita, wanita yang berambut panjang dengan pipi agak chubby dan wajahnya mengingatkanku pada tetanggaku itu bernama Mbak I*a, dia adalah atasan dibagian aku bekerja sekaligus tutorku. Lalu satunya lagi ada Mbak I*a yang memiliki tahi lalat di dahinya dan memiliki tubuh yang lumayan besar. Aku berkenalan dengan mereka berdua dengan sopan. Mbak I*a selaku tutorku menjelaskan padaku mengenai beberapa tentang produk yang nantinya akan aku jual. Ouh iya, mungkin aku lupa menjelaskan apa jenis pekerjaan pertamaku.

Disini aku bekerja sebagai 'Telemarketing' yang tugasnya tak ada bedanya dengan sales namun yang membedakannya cara kita menjualnya. Disini Telemarketing menawarkan barang melalui telepon. Jadi tugasku sebagai pegawai yang masih dalam masa percobaan hanya memvalidasi nama-nama perusahaan beserta nomer teleponnya di yellow pages, kemudian aku disuruh untuk menelpon perusahaan-perusahaan yang sudah aku validasi dan disuruh untuk meminta nama dari bagian p*j*k beserta nomer fax perusahaan untuk dikirimkan brosur dari produk perusahaan kami. Namun jika kita sudah bisa langsung disambungkan dengan bagian pajaknya, kita disuruh untuk presentasi produk.

Selama menjalani pekerjaan ini jujur saja mentalku naik turun, sempat down juga karena pernah dibentak sama orang melalui telepon dan itu sudah sukses bikin aku keder -__- Kalau boleh jujur aku ini tipe orang yang nggak terlalu baik dalam komunikasi, maka gak perlu heran kalau waktu presentasi produk di telepon aku suka gelagapan sendiri, padahal aku tau apa yang harus aku jawab. Namun karena otakku sudah nge-blank apa yang harusnya aku jawab pada akhirnya tidak terjawab. Dan dengan sangat mudahnya para calon konsumen langsung menolak apa yang aku tawarkan.

Pekerjaan seperti ini melelahkan, aku bahkan harus menelpon lebih dari tiga puluh nomer telepon setiap harinya. Aku berusaha buat bisa lebih baik lagi, namun apa daya penolakan terus terjadi. Walaupun ada beberapa yang bilang masih dipertimbangkan sih, tapi itu hasilnya pasti fifty fifty :| Seminggu sudah aku menjalani pekerjaan ini dan aku merasa mulai jenuh, niatku yang awalnya membara terhadap pekerjaan ini entah kenapa sedikit demi sedikit mulai redup. Apalagi saat tutorku tidak ada di tempat karena harus mengurus seminar pajak di hotel aku mulai malas-malasan menelpon. Aku kehilangan semangatku. Terkadang aku suka curi-curi waktu untuk tidak menelpon dan sebagainya.

Jujur saja, aku merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi? Aku harus bertahan. Aku pernah mengutarakan niatku kepada tante untuk sambil mencari-cari pekerjaan lain, namun tante menceramahiku karena aku belum apa-apa sudah menyerah. Aku tidak ada niat untuk menyerah, hanya saja aku sudah melakukannya dengan setengah hati dan tentu saja semuanya terasa tidak nyaman. Aku mulai bingung apa yang harus aku lakukan, apa aku tetap menjalani pekerjaan ini atau aku keluar sambil mencari pekerjaan lainnya.

Disaat itulah aku mulai menyerahkan semuanya pada ALLAH SWT. Selama beberapa hari aku mencoba untuk shalat istikharah, berserah padaNYA memohon petunjuk yang terbaik untukku. Namun selama lebih dari tiga hari aku masih belum bisa mengatasi perasaan bingungku. Aku terus melakukan shalat istikharahku sampai aku menemukan jawabannya. Dan pada akhirnya setelah hampir seminggu aku melakukannya, ALLAH memberikan jawabanNYA untukku melalui teman kerjaku yang namanya mas D*dik. Sungguh saat itu aku mengerti bahwa inilah yang harus aku lakukan. Aku tak ragu lagi, dan begitu aku ceritakan masalah yang sebenarnya terjadi kepada tante entah bagaimana tanteku menyetuji keputusanku. Padahal minggu kemarin beliau orang yang sangat getol ingin aku tetap disana untuk menjalani pekerjaan ini.

Keputusan yang aku ambil sungguh berat, di satu sisi aku sudah merasa tidak nyaman dengan pekerjaan yang aku lakukan sekarang dan di satu sisi lagi aku harus kehilangan teman - teman kerja yang begitu baik kepadaku. Sungguh berat, namun aku gak boleh mundur lagi. Lagipula keputusan ini sudah aku pertimbangkan dengan baik. Sebelum pergi aku juga sempat meminta kontak mereka, setidaknya walau aku sudah tidak bekerja disana lagi silaturrahmiku dengan mereka masih tetap ada dan gak boleh sampai putus. Untuk sebelas hari yang terasa lama aku jalanin namun begitu singkat saat perpisahan itu tiba aku ucapkan terima kasih. Maaf jika selama sebelas hari kerja aku selalu merepotkan, selalu bikin susah kalian karena aku yang suka lemot, maaf untuk semuanya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku.

And of course, I'm gonna miss you~~~ 

Telepon yang selama sebelas hari ini jadi sahabatku,
tiap hari aku pencet-pencet kamu sampek capek xD

Yellow pages dan beberapa daftar hasil validasi yang selama sebelas hari ini selalu aku pantengin
sampe pusing karena banyak coretannya

Meja kerja yang penuh dengan kertas-kertas data konsumen
(NB : Ini bukan meja kerjaku btw :p)
Oke, aku kira cukup sekian cerita pengalaman (singkat) kerja pertamaku, semoga kedepannya bekal yang aku dapatkan selama sebelas hari bekerja disana tidak sia-sia dan aku bisa menjadi lebih baik lagi. Amiin. Terima kasih buat blogspot yang sudah ngasih aku izin buat nulis keluh kesahku disini.
Akhir kata, 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh :) 

(NB : Untuk nama perusahaan, beserta lokasi, dan nama orang-orang yang berada dalam perusahaan tempat pertama kali aku bekerja sengaja aku samarkan untuk menjaga privasi)


Rabu, 31 Desember 2014

[INDO TRANS] Sword Art Online (Material Edition 16,8)

EHEMM...!! Intermezo dulu gakpapa kali yah? Jujur, udah lama banget ini blog gak keurus. Aslinya banyak banget yang pengen diluapin buat ditulis di blog ini, tapi apa daya akunya malah bingung mana duluan yang harus didahulukan dan akhirnya berakhir dengan banyaknya postingan yang tak selesai dan berakhir menjadi draf yang sang penulis sendiri tidak tau kapan akan selesai ditulis dan dipost. Hontouni Gomenasai /deep bow/

Oke, dipenghujung akhir tahun 2014 aku mau posting sebuah project iseng yang entah kenapa mendadak pengen ngerjain karena alasan kepo :p hehe. Yap, ini salah satu side story dari Light Novel karya Reki Kawahara-sensei yang sangat fenomenal ini yaitu "Sword Art Online". Kalau ditanya kenapa garap ini alasannya satu, karena di Baka-Tsuki side story yang ini belum diterjemahin ke bahasa indonesia dan karena alasan INGIN tau ceritanya akhirnya aku mutusin buat nerjemahin,.Walaupun butuh perjuangan juga karena mengingat kemampuan bahasa inggrisku masih pas-pasan dan masih butuh bantuan google-sensei juga buat nerjemahin. Tapi tenang aja, aku jamin terjemahannya gak berbahasa google-sensei kok. Jujur masih banyak kesalahan disana-sini dan masih ada beberapa yang terkesan kaku dan bingung buat dibaca. Tolong maafkan kekuranganku, namanya juga masih belajar dan butuh proses buat bisa lebih baik. Nanti akan diperbaiki lagi supaya bacanya lebih nyaman dan mudah dipahami :) Jika ada kritik dan saran silahkan ditunggu komentarnya :)

Untuk membaca Light Novel bahasa indonesia secara keseluruhannya silahkan baca disini dan untuk terjemahan bahasa inggris dari side story ini bisa dibaca disini
Selamat membaca.


Sword Art Online –Material Edition- 16,8 Bahasa Indonesia


Konsumen pertama yang menggunakan mesin full dive mengirimkan dorongan yang sangat lemah kedalam otak pemakainya, memungkinkan untuk merasakan lima panca indra; penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, sentuhan, di dalam lingkungan VR.

Tetapi kesanku mengenai dunia VR itu sendiri—penjara elektronik—setelah menghabiskan hampir dua tahun didalamnya adalah tingkatan dari panca indra yang sedikit naik turun.

Penglihatan dan pendengaran hampir dikatakan sempurna. Informasi yang disampaikan tiap-tiap objek 3D buatan atau suara sintesis, tidak persis seperti dunia nyata, tapi aku hampir tidak pernah merasakan pemutusan indera dalam penglihatan ataupun pendengaran.

Indera perasa dan penciuman juga bekerja cukup baik. Mereka menyerah dalam menciptakan «sensasi memakan sesuatu»—seperti rasa makanan, aroma, tekstur, dan rasa—dalam kesempatan yang sesungguhnya dari awal, malah menggabungkan data awal melalui  «mesin reproduksi rasa» dan menciptakannya kembali, tetapi setelah digunakan, sesuatu yang manis sejujurnya akan terasa manis. Makanan yang disiapkan oleh ksatria wanita berpedang terpandang yang telah menyelesaikan kemampuan memasaknya, khususnya, memberikan rasa kepuasan yang akan membuatnya lupa bahwa kita berada di dalam VR, sekalipun makanan itu adalah telur goreng yang sederhana. —Nah, meskipun aku tidak bisa mengatakan  bahwa sepenuhnya juga dipengaruhi oleh faktor – factor lainnya.

Dan indera terakhir, sentuhan : sensasi pada kulit seseorang, termasuk kehangatan.
Sayangnya, rasa ketidaknyamanan itu tidak muncul hingga hari ini.

Tidak masalah ketika secara aktif menyentuh sesuatu. Kemudahan dalam menggenggam kulit yang dibungkus pada pegangan pedang kesayanganku, atau sensasi yang lembut dari seorang berambut panjang yang aku cintai. Perasaan seperti itu terasa lebih hidup dibandingkan dengan yang ada di dunia nyata, memuaskan sentuhanku.

Tetapi melalui informasi yang sedikit, berbagai sensasi terus diterima pada kulit seseorang ke seluruh tubuh, tidak disangkal berbeda jauh dari dunia nyata.

Perasaan pakaian yang bergesekan dengan kulit. Berat pakaian luar dan elastisitas utama. Temperature dan fluktuasi udara. Tekanan tapak kaki ketika berdiri atau paha ketika duduk diatas kursi. Kebanyakan  «pengalaman dari gabungan sensasi ke seluruh tubuh» sebenarnya disederhanakan secara rendah di dalam SAO. Alasannya mungkin karena kelebihan informasi. Tentu saja, ada sensasi memakai sesuatu, tetapi permukaan kasarnya berakhir dengan perasaan datar,seperti gambar beresolusi rendah.

Dikatakan, sangat mungkin untuk mendapatkannya. Tidak seperti kesadaran dari tekstur pakaian yang dipakai sepanjang waktu di dunia nyata juga. Tidak masalah jika seseorang tidak terlalu memperhatikannya; tidak terasa aneh atau apapun di kehidupan sehari – hari (walaupun terasa aneh menggunakan istilah itu di Aincrad).

Tetapi ada satu situasi dimana seseorang tidak bisa mengelak dalam mengalami kualitas rendah dari indra perasa.

Ketika seluruh tubuh seseorang, dengan semua peralatannya dilepaskan, direndam dengan cairan hangat.

Atau dengan kata lain, di dalam kamar mandi.


25 Oktober 2024, 10 A.M

Samar – samar aku dapat mendengar nyanyian kecil dari luar pintu yang mengarah ke kamar mandi. “Nn, nn, nn, fufuu, fuu, funn ”. Dan selain itu, suara lembut air.

Situasi seperti ini sedikit mengingatkanku ketika aku tidur di perkemahan Dark Elves dulu, tetapi aku yang sekarang dikuasai oleh sesuatu yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Itu adalah, hak untuk membuka pintu ini.

Aku mengambil nafas dalam – dalam sebelum mengetuk pintu kayu itu.
Nyanyian kecil  berhenti dan setelah itu terjadi keheningan singkat, sebuah suara lembut “Oke” kembali terdengar.

“Pe-Permisiii….”

Dan aku, juga, membalas dengan suara yang lembut ketika membuka pintu. Cahaya matahari pagi bersinar dari jendela dalam membuat efek uap menyelimuti kamar mandi bercahaya putih dan membuat mataku menyipit.

Rumah kayu yang dibangun di atas Aincrad lantai ke-22 tidaklah besar, tetapi kamar mandinya sendiri dibuat cukup luas. Ukuran kasarnya dua meter per empat meter, sedikit kebawah 2,8 kali ukuran 1.618 bak mandi standar, atau sekitar 1,6 per 1,8 meter dengan kata lain, mendekati ukuran pemandian air panas di hotel… tidak, aku akan masuk terlalu dalam.

Menurut rumor yang beredar, guild «Divine Dragon Alliance», memiliki sebuah bak mandi raksasa kelas-sepuluh-meter terbuat dari batu marmer di markas guild mereka di lantai ke-56, tapi kelihatannya sulit untuk bersantai ketika ukurannya sebesar itu. Ukuran ini kemungkinan terbilang mewah dalam sebuah rumah pemain. Tidak disebutkan bagaimana bak mandi itu terbuat dari pohon cemara dan memiliki air panas yang mengalir secara bebas. 

“Hei, apakah kau berencana untuk berdiri disana sepanjang hari?”

Kata – kata itu terdengar dari luar uap tebal dan mengembalikan  pikiranku. Kepanikan kembali menyerang inderaku, aku berbicara dengan gugup.

“Ah, aku akan kesana, aku akan masuk”

Tepat ketika aku berjalan sempoyongan ke arah bak mandi, pertanyaan lain datang dari dalam.

“Seperti itu?”

Terkejut, aku melihat kebawah pada diriku sendiri dan menyadari aku mengenakan baju hitamku yang biasanya. Membalas dengan “Ah, aku akan melepaskannya. Aku akan membuka pakaianku.” Ketika aku menarik keluar window, aku menekan tombol unequip. Uap panas dengan lembut menyentuh kulit avatarku yang tersingkap setelah aku menyimpan berbagai peralatan yang melekat di pakaianku di dalam penyimpanan.

Tentu, ada kemungkinan untuk pulih dari keadaan ini, tetapi jika ada seorang pemuda berumur enam belas tahun yang mampu melewati situasi seperti ini dengan pikiran terbuka, dia bisa menjadi karakter utama dari beberapa permainan RPG. Sebagai seorang pemain solo dari sebuah VRMMO, aku hanya bisa berjalan sempoyongan dengan sembilan puluh persen kehilangan kemampuanku untuk berpikir.

Dipisahkan oleh uap padat, aku berjalan sekitar tiga meter dari bak mandi dan melihat kilauan, getaran air yang menyebar. Dan kstaria wanita dengan rambut coklatnya digelung ke atas, memperlihatkan bahunya yang naik.

Wajah Asuna, ketika dia melihat kearahku dengan mata menengadah, berubah menjadi semakin merah, mungkin karena air panas atau mungkin… pikiran semacam itu muncul di kepalaku saat aku dengan segera selesai menuangkan air pada diriku sendiri. Kemungkinan ini norma dan hanya sopan santun untuk membasuh diri sebelum memasuki pemandian musim panas di dunia nyata, tetapi di Aincrad, seseorang akan tetap bersih kecuali tubuhnya dipenuhi oleh lumpur, cat, atau lendir dari monster. Bergumam “Permisiiii…” sekali lagi dengan suara lembut, aku mmasuk kedalam air panas yang berlimpah berlawanan dengan Asuna. Ukuran bak mandi keseluruhannya sebesar dua meter, jadi tidak terasa sempit sama sekali, meskipun kami berdua berada di dalamnya.

Bahkan dengan situasi seperti ini, yang pertama kali menyadarkanku adalah kenikmatan mandi seperti aku harapkan.

 “Hauuoo…”

Suaraku secara alami keluar dari mulutku. Dalam hal keinginan untuk mandi, kemungkinan aku hanya memiliki sekitar satu per tiga puluh dari yang Asuna miliki, tapi bukan berarti aku tidak menyukai mandi . Kehangatan yang begitu nikmat, tekanan yang menenangkan, dan perasaan saat air panas yang merendam satu persatu dari susunan sel – sel itu…..

“Houfhhhbbbb…”

Mulutku tenggelam kedalam bak mandi dan menghela nafas panjang, sebelum akhirnya aku menyadari «itu».
“Bbbb…. bhb?”

Mengangkat bagian atasku, pertama – tama aku menyekop air dengan kedua tanganku dan membiarkannya jatuh berulang kali sebelum menatap wajah Asuna di sisi lain yang ditutupi oleh uap.

“Huh… apa hanya aku? Airnya teras berbeda dari sebelumnya…”

“Iya, kan?”

Mengangguk dengan perasaan canggung, kepalanya keluar dari permukaan, istri muda dengan kemampuan mandi yang sempurna berbicara.

“Aku berpikir begitu ketika aku masuk, di pagi hari juga, tapi kelihatannya ini terasa lebih alami. Mandi selalu terasa lebih seperti kehangatan membran yang didorong pada seluruh tubuh, terlebih lagi air, walaupun ada sedikit juga… tetapi aku merasa airnya benar – benar membasahiku di dalam bak mandi ini.”

“Ya, memang benar… Ada tekanan air, sensasi yang meluap ini, dan perasaan bahwa semua tetesan airnya mengalir ke seluruh kulit juga…—Aah, apakah mandi selalu terasa senikmat ini…? Mungkin aku harus mandi setiap hari dari sekarang juga…“

Aku tenggelam di dalamnya, meniup gelembung, sekali lagi dan tetesan air datang terbang dari depan. Asuna menjentikkan beberapa air dengan jarinya.

“Hei, Kirito-kun, ini bukan keharusan, tapi kewajiban. …Tidak, pertanyaan sesungguhnya disini adalah kenapa terasa seperti ini.”

“Bhbh? Bb…. bh, itu benar…”

Mengangkat diriku lagi, aku menatap tajam pada getaran air yang berkilauan.

Dan kemudian, aku akhirnya menyadari sebuah fakta yang penting. Air panas yang memenuhi bak mandi tidak sepenuhnya transparan—

“Ah, aaah!? Ada sesuatu seperti garam mandi disini!!”

Aku melambaikan tangan kananku keatas dan kebawah di dalam air dengan suara berteriak, tetapi jernihnya air yang keruh hanya memungkinkanku untuk melihat sekitar tiga sentimeter ke bawah. Aku mengalihkan wajahku kembali kedepan dan di sisi uap, ksatria wanita itu menyeringai dengan cerahnya.

“Ini kesempatan langka, jadi aku mencoba untuk menaruh bubuk mandi herbal yang aku dapatkan beberapa waktu yang lalu. Dengan merendamkannya selama tiga puluh menit,  kau rupanya mendapatkan sebuah buff[1] yang hadiahnya adalah bonus menangkal racun selama tiga jam. Ini adalah barang yang cukup langka.  

“…Mandi untuk sebuah Buff.”

“Mengatakan sesuatu?”

“Tidak, tuan.”

“Kau ada masalah?”

“Tidak, tuan.”

Aku menjawab kepada wakil ketua pemimpin yang terhormat sambiI menatap kedalam air. Dua kaki yang pucat, ramping dan menawan yang harusnya mampu menyita pandanganku itu benar – benar tersembunyi dibalik kompisisi awan tidak dikenal.  

Entah kenapa perasaan sedih muncul di dalam diriku saat aku mulai berbicara.

“Lalu, bukankah itu yang menyebabkan sensasi ini juga? Seperti,mungkin bubuk mandi yang memiliki efek membuat  mandi terasa lebih berasa…”

“Yaa, aku tidak menambahkan apapun kedalam ketika aku mandi tadi pagi. Tapi ini terasa sama seperti tadi.”

“O-Oh benarkah?”

Bagaimanapun juga hal ini dapat memulihkan kembali antusiasku untuk menyelesaikan misteri kamar mandi, aku memercikkan air dengan tangan kananku sambil mulai berpikir.

Walaupun awalnya hal ini mengejutkanku, sekarang aku berkonsentrasi pada sensasinya, aku bisa mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan sebuah kamar mandi yang sesungguhnya. Cara air yang berpisah tampak tidak alami  dan suaranya terlalu seragam. Tapi masalah itu berkaitan dengan indera penglihatan dan pendengaran, dan perasaan tidak nyaman menghilangkan sensasi yang ada di kulitku saat berendam di  dalam air panas jika aku bertahan dengan mataku yang tertutup.

“Hmm… —Mungkin akan ada sebuah pembaharuan untuk interaksi yang tidak pasti tanpa kita sadari atau…”

Aku menyuarakan ideku yang pertama dan Asuna menggelengkan kepalanya, mencipratkan air, di sisi lain yang dipenuhi uap.

“Airnya tidak terasa berbeda saat aku mencuci piring tadi.”

“Lalu… mungkin ada suatu sensasi yang sangat menakjubkan di kamar mandi di dalam rumah kayu ini atau…”

“Jika rumah kayu benar – benar memiliki hal semacam itu, aku pikir seharusnya hal seperti itu ditulis di dalam pernyataan di jendela pembelian.”

Ide nomer dua keluar dengan mudah.

“Erm, erm…”

Perlahan aku tenggelam jauh lebih dalam ke dalam air saat aku mencari ide nomer tiga dan secara tak sadar merenggangkan kakiku yang terlipat.

Dan ujung jempol kakiku menyentuh sesuatu yang lembut. Asuna mengejang pada saat yang bersamaan.  Suara yang dihasilkan melintas sepanjang satu meter dan tujuh belas sentimeter, dan airnya bergetar di hidungku.

 “Hmm, hmmm…”

Aku bergumam saat menggerakkan jari kakiku. Sesuatu datang oleh sentuhan dengan kelenturan yang memikat dan dengan itu, sebuah desiran baru terdengar.

“…Ayolah, Kirito-kun, berpikir serius.”

“Aku sedang berpikir, pastinya.”

….Ini pasti telapak kaki Asuna… tidak, jaraknya pasti lebih dekat, huh. Maka betisnya… atau mungkin dibawah lututnya…

“Ah… ti-tidak, tidak…”

Asuna mencoba menarik kakinya kembali dengan bisikan lembutnya, tapi aku meluncur lebih dekat kedalam air dan tetap bertahan untuk tetap bersentuhan. Aku menemukan sesuatu yang sungguh luar biasa halus, lembut, dan panjang, aku lanjut mencoleknya dan menggosoknya secara terus menerus.

“Nn… ya ampun… seperti yang aku katakan, kita hanya, masuk bersama - sama…”

Kstaria wanita itu melawan dengan suara yang tegang dengan wajah yang tiga kali semerah beberapa menit yang lalu. Ekpresinya benar – benar manis saat dia menurunkan kelopak matanya, sedikit menggigit bibir bawahnya dan memohon untuk menghentikan dorongan dari indera sentuhan.

Seorang pemuda berumur enam belas tahun yang mampu menghentikan situasi ini akan sesuai dengan karakter utama dalam sebuah buku fiksi dewasa dengan narasi yang seluruhnya berputar kesekitar karakter utama.

Ketika sadar aku sudah mendekati titik tengah – tengah bak mandi yang panjangnya dua meter. Perhatian penuh akan dibutuhkan dari titik depan ini, bersama dengan kemajuan dari alasan kenekatan.

Mengamati reaksi Asuna, aku mengulurkan tanganku ke dalam air yang keruh dan menangkap kaki kanan mungilnya dimana aku bisa memprediksi letaknya.

“Ah, tidak!”

Sebuah serangan terdorong saat ia secara naluriah mundur. Jari – jari meluncur menyeberangi kaki kecilnya yang keluar dari air, dari pergelangan kaki ke betis, memijat dengan lembut otot halus yang biasanya ditutupi oleh sepatu boot panjang.

“…!”

Tubuh bagian atas Asuna, bersandar membelakangi bak mandi, membungkuk ke belakang dengan cepat. Lekukan – lekukan tubuhnya, lebih putih dari pada air panas, terlihat seakan – akan terpisah dari air yang keruh. Aku kehilangan inderaku disana, mengubah jarak dari tujuh puluh sentimeter ke nol dalam sekejap.


2
“……Ah, Begitu, jadi seperti itu.”

Aku bersuara dan Asuna, sedang minum dari gelas yang dipenuhi dengan air es di sisi yang berlawanan dari meja, sambil melirik.

“…Apa yang kau katakan, apa ini?”

Kata – kata dan ekspresinya yang khawatir, tapi si ksatria wanita tampak sangat menggemaskan dengan sebuah handuk yang melilit di kepalanya dan sebuah handuk putih besar melingkari tubuhnya. Kalau dipikir, ini pertama kalinya aku melihatnya mengenakan pakaian yang seperti ini, bukan? Tentu saja, aku hanya mengenakan sebuah handuk di sekitar pinggangku. Tidak ditutupi oleh tangan tetapi oleh perlengkapan sebuah handuk diatas bagian «lower underwear» dari peralatan yang tertera— jadi kami berdua harusnya berfoto untuk mengingat momen yang seperti ini… atau pikiranku ini, dikacaukan oleh mandi air panas yang panjang yang nyaris berhenti setelah menilai bahwa saran itu akan menghasilkan tumpahan air es pada wajahku.

Meneguk air yang tersisa dalam gelas yang ada dihadapanku, aku mendinginkan pikiranku sebelum aku mengeluarkan suara mengenai apa yang aku pikirkan beberapa detik yang lalu.

“Erm, dengar, mengenai kenapa mandi terlihat lebih seperti mandi.”
“Eh… kau tau kenapa?”

Aku mulai menjelaskannya dengan penuh percaya diri kepada istri mudaku yang berkedip keheranan.

“Sederhana saja. Lihat, sensasi pada kulit kita diperbesar lebih dari biasanya saat ini, bukan?

“Sensasi di kulit kita…?”

Asuna menunjukkan ekspresi ragu – ragu, tapi kira – kira tiga detik kemudian, wajah itu segera berubah menjadi merah dari pipi hingga telinganya. Aku lebih baik tidak perlu menjelaskannya secara detail, jadi aku memasang ekspresi serius dan berhenti dengan anggukan “ya”.

Alasan apa yang terjadi di kamar mandi tadi adalah karena Asuna dan aku saat ini memiliki sebuah pengaturan yang tersembunyi yaitu, «Ethics Code Off», dihidupkan. Dalam keadaan ini, hal ini seperti beberapa pembatas yang dihilangkan, terutama dalam hal indera peraba. Kuantitas dari data sentuhan, menjaganya hingga batas minimum, harusnya mengalami peningkatan walaupun bersifat sementara.

 “…Tentu saja, itu akan menyebabkan banyak beban pada sirkuit dan Nerve Gear, jadi kita harus mematikannya ketika kita pergi. Tapi kau setuju bukan, jika aku mengetahui lebih cepat bahwa mandi akan terasa lebih nyata hanya dengan mematikan kode… mungkin tidak menghabiskan waktu yang lama bagi Argo untuk mengetahuinya, jadi jika dia menjualnya padaku mengenai informasi itu…”  

Dan segera setelah aku mengatakan suatu hal yang tak seharusnya kukatakan, pada akhirnya aku berakhir dengan mendapatkan serangan air dingin.

Asuna pergi ke kamar tidur dalam keadaan marah, jadi aku melanjutkan melatih pikiranku dengan tetesan – tetesan air dingin yang menetes dari rambutku.

Kami mematikan ethics code kemarin lusa dan membiarkannya mati sejak saat itu. Tetapi kami menyadari akan sensasi sentuhan yang berbeda dari biasanya ketika kami memasuki kamar mandi, dengan tidak merasakan seperti inderaku yang sekarang menguat ketika aku duduk disini setengah telanjang dan terlebih lagi setengah basah. Dengan kata lain, efek hanya menunjukkan dirinya ketika semua peralatan dilepaskan. Jadi bahkan jika kita meninggalkannya, tidak akan masalah dengan beban pada mesin dan sirkuit…

“Ayolah, berapa lama kau akan tetap seperti itu?”
Aku mengangkat wajahku pada suara; Asuna yang berdiri dengan kedua tangan di atas pinggangnya, handuk mandinya berubah menjadi sebuah gaun rumah.
“Jangan protes padaku ketika kau masuk angin dan menggigil selepas mandi.”
“Y-ya...”
Masih menjadi misteri mengapa fenomena tersebut bisa terjadi di dunia ini, tetapi aku hanya bisa mengangguk setelah dirawat oleh Asuna dalam sebuah penginapan ketika dulu aku sakit karena tubuhku di dunia nyata sedang terserang flu atau sesuatu seperti itu.
Berdiri hanya mengenakan handuk, aku berpikir untuk pergi ke kamar tidur, tiba – tiba aku berhenti. Aku harus mengatakan pada Asuna kesimpulan yang aku dapat beberapa detik yang lalu bahkan jika itu artinya aku mendapatkan lemparan air lainnya.

“…Um, Asuna-san?”

“Apaa?”

Dengan malu – malu, aku bertanya kepada istri mudaku yang mulai merapikan gelas dan teko.

“Erm… Aku tau semua yang aku katakan mengenai beban tadi… tapi sepertinya, sensasi – sensasi itu kelihatannya hanya untuk memperkuat semua peralatan yang sudah dilepaskan, jadi aku hanya akan mengatakan bahwa sebenarnya tidak perlu atau terburu – buru untuk mematikannya dan semua…”   
Apakah dia akan marah lagi?! Aku menunggunya berbicara, tapi Asuna menunjukkan ekspresi yang tidak terduga, memegang erat pada teko dengan wajahnya yang menunduk.

“…masih belum dimatikan.”

“Eh?”

“Seperti yang aku katakan, aku masih belum mematikannya. Lagipula.. sangat mengganggu jika harus pergi sejauh itu kedalam menu windows setiap waktu…”
Ksatria wanita yang secara perlahan menjelaskan dengan pipinya yang memerah itu terlihat sangat  manis dan menawan.

“Ah… A- Aku pikir begitu …”

—Aku hanya bisa membalas dalam suara kaku.


(Tamat)


Keterangan :
Buff : Istilah yang dipakai pemain untuk meminta support skill dari anggota team yang bisa melakukan support skill seperti mage atau priest.

Minggu, 07 Desember 2014

[LYRIC TRANS] Wise feat Kana Nishino - By Your Side (Indonesia)


I wanna be with you Doko ni itatte Kimochi wa zutto Hanarenai 
I understand Ore Tama ni migatte Komaraseta koto mo atta yo ne Baby 
Sore demo muchuu KIMI aenakute Keitai de renraku kasanete 
Sure chigatte mo mata modotte Sou kizuna fukamatteku 
I wanna be with you. No matter where I am, my feelings stay the same
I understand. I have been selfish and I have bothered you at times 
But I’m crazy about you. I call you again and again when we can’t meet
Leaving and returning again, our bond deepens this way
Aku ingin bersamamu. Tidak perduli dimana aku berada, perasaanku tetaplah sama
Aku mengerti. Aku telah egois dan aku telah mengganggumu kali ini
Tapi aku menggilaimu. Aku memanggilmu lagi dan lagi ketika kita tidak bisa bertemu
Pergi dan kembali lagi, ikatan kita semakin dalam dengan cara ini

So we'll be alright gonna be alright Sou shinjite kita 
you make me feel fine you make me smile Donna toki datte yeah 
So we’ll be alright, gonna be alright, I believe so
You make me feel so fine, you make me smile, always 
Jadi kita akan baik - baik saja, akan baik - baik saja, aku begitu percaya
Kamu membuatku merasa begitu baik, kamu membuatku tersenyum, selalu

Zutto futari ai wo tsunagi koko made kita kara 
Connected by our love, we’ve arrived here
Dihubungkan oleh cinta kita, kita telah tiba disini

Mou hitori janai Yume no naka dake janai Kono te wo gyutto shite hanasanaide 
Kimi shika inai Kono omoi dake wa Kako mo ima mo asu mo itsumo 
Kitto kawaranai I'll be there By your side... 
I’m not alone anymore. This isn’t a dream. Grab my hand and never let go
You’re the only one. My love for you will never change
Not in the past, present or future. I’ll be there by your side…
Aku tidak sendirian lagi. Ini bukanlah sebuah mimpi. Tangkaplah tanganku dan jangan pernah lepaskan
Kamulah satu - satunya. Cintaku untukmu tidak akan berubah
Tidak di masa lalu, saat ini ataupun msa depan. Aku akan ada disimu

Ano hi promise Yakusoku shitakke Kore kara mo Kimi hanasanai 
Shitaku nai MISU Sukoshi ikigatte Katta NEKKURESU ageta yo ne Lady 
Koi no process DEETO kurikaeshite Kanransha Kuchibiru kasanete 
Mawaru keshiki wo omoidashite Mou mune Atsuku natteru 
I promised you that day that I will never let go of you
I didn’t want to, but I messed up so I bought you a stylish necklace, lady
Love’s process: on a date in the Ferris wheel, our lips touched
My heart still flutters when I remember the revolving scenery
Aku berjanji padamu di hari itu bahwa aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi
Aku tidak menginginkannya, tapi aku mengacaukannya sehingga aku membelikanmu sebuah kalung bergaya, wanita
Proses cinta: dalam sebuah kencan di kincir ria, bibir kami bersentuhan
Hatiku masih berdebar ketika aku mengingat pemandangan yang berputar

so we'll be alright gonna be alright Sou kanjite kita 
you make me feel fine you make me smile Doko ni itatte yeah 
So we’ll be alright, gonna be alright, I can feel it
You make me feel so fine, you make me smile, wherever I may be
Jadi kita akan baik - baik saja, akan baik - baik saja, aku bisa merasakannya
Kamu membuatku merasa baik, kamu membuatku tersenyum, dimanapun aku berada

Zutto futari Mirai shinji Koko made kita kara 
Having faith in the future, we’ve arrived here
Kesetiaan di masa depan, kita telah tiba disini

Mou hitori janai Yume no naka dake janai Kono te wo gyutto shite hanasanaide 
Kimi shika inai Kono omoi dake wa Kako mo ima mo asu mo itsumo 
Kitto kawaranai I'll be there By your side... 
I’m not alone anymore. This isn’t a dream. Grab my hand and never let go
You’re the only one. My love for you will never change
Not in the past, present or future. I’ll be there by your side…
Aku tidak sendirian lagi. Ini bukanlah sebuah mimpi. Tangkaplah tanganku dan jangan pernah lepaskan
Kamulah satu - satunya. Cintaku untukmu tidak akan berubah
Tidak di masa lalu, saat ini ataupun msa depan. Aku akan ada disimu

Nani ga okite mo Itsumo kimi no tonari de chikara ni naru yo My Baby yeah yeah 
Mou hitori de wa nakanai Kimi ga ireba kowakunai Nandemo nori koerareru yo, yeah
Whatever may happen, I’ll be by your side to support you. My baby, yeah, yeah
I won’t cry alone anymore. If you’re here, nothing scares me and I can climb over any wall
Apapun yang mungkin terjadi, aku akan berada disisimu untuk mendukungmu. Sayangku, yeah, yeah
Aku tidak akan menangis lagi. Jika kamu disini, tidak ada yang membuatku takut dan aku bisa memanjat dinding apapun

Itsumo I'll be by your side Kimi wo mamoritai Kono te wo gyutto shite hanasanaide 
Kimi shika inai Kono omoi dake wa Kako mo ima mo asu mo itsumo 
Kitto kawaranai 
I’ll always be by your side. I want to protect you. Grab my hand and never let go
You’re the only one. My love for you will never change
Not in the past, present or future
Aku akan berada di sisimu. Aku ingin melindungimu. Tangkaplah tanganku dan jangan pernah lepaskan
Kamulah satu - satunya. Cintaku untukmu tidak akan berubah
Tidak di masa lalu, saat ini ataupun msa depan.

Mou hitori janai Yume no naka dake janai Kono te wo gyutto shite hanasanaide 
Kimi shika inai Kono omoi dake wa Kako mo ima mo asu mo itsumo 
Kitto kawaranai I'll be there By your side...
I’m not alone anymore. This isn’t a dream. Grab my hand and never let go
You’re the only one. My love for you will never change
Not in the past, present or future. I’ll be there by your side…
Aku tidak sendirian lagu. Tangkaplah tanganku dan jangan pernah lepaskan
Kamulah satu - satunya. Cintaku untukmu tidak akan berubah
Tidak di masa lalu, saat ini ataupun msa depan. Aku akan ada disimu

Sources : 
Indonesian Translation by faridamutiaa


[LYRIC TRANS] Tomohisa Sako - Shounen to Robot (A Boy and A Robot) Indonesia



昔々、あるところに 内気な少年がいて
彼は理解されない事に 怯えごまかして笑っていた。
そんな自分が何より嫌いで 逃げ込んだ路地の裏
ボロボロに錆び付いた 君を見つけたんだ。
Mukashi mukashi aru tokoro ni uchiki na shounen ga ite
Kare wa rikai sa renai koto ni obie gomakashite waratte ita
Sonna jibun ga nani yori kirai de nigekonda roji no ura
Boro boro ni sabitsuita kimi wo mitsuketa nda
Pada zaman dahulu, ada seorang laki-laki yang pemalu
Dia selalu memalsukan senyumannya untuk menyembunyikan ketakutannya dari orang lain
yang tidak memahaminya
Dia membenci dirinya yang seperti itu sehingga dia melarikan diri kebelakang jalan kecil 
Dan menemukanmu yang terlihat lusuh dan berkarat

どうせ僕の事なんて 誰にも理解されないんだ
君は笑わないで聞いてくれたね。
すると、君はぎこちない 笑顔で僕の手を握り
うつむいてる僕を見て こう言いました。
Douse boku no koto nante dareni mo rikai sa renai nda
Kimi wa warawanai de kiite kureta ne
Suru to kimi wa gikochi nai egao de boku no te wo nigiri
Utsumui teru boku wo mite kou ii mashita
Tidak akan ada yang mencoba untuk memahami apa yang aku pikirkan
Tetapi kau mendengarkan dan tidak menertawaiku
Setelah itu, kau tersenyum dan menggenggam tanganku
Melihatku yang menunduk dan berkata

大丈夫 そんなに世界は 怖がらなくたっていいんだよ
ちっぽけなこんな僕だけど 君のそばにいてあげるから。
ありがとう こんな僕の事 君が見つけてくれたように
世界は意外と思うよりも 簡単に変わってしまうのさ
ひとりぼっちの僕たちは もうひとりぼっちじゃない。
Daijoubu sonna ni sekai wa kowagaranaku datte ii nda yo
Chippo ke na konna boku dakedo kimi no sobani ite ageru kara
Arigatou konna boku no koto kimi ga mitsukete kureta youni
Sekai wa igai to omou yori mo kantan ni kawatte shimau no sa
Hitori bocchi no bokutachi wa mou hitori bocchi janai
"Tidak apa-apa, kau tidak perlu takut terhadap dunia ini.
Karena seseorang yang kecil seperti diriku ini masih sanggup berdiri di sisimu.
Terima kasih karena telah menemukan seseorang yang seperti diriku ini.
Dunia ini banyak berubah jauh lebih mudah dari pikiran kita
Rasa kesepian akan kesendirian yang kita alami sudah tidak ada lagi."

笑われるくらいなら最初から 口に出さない方が…
いつもそう決めつけて 諦めていたんだ。
ずっと胸の奥の奥 怖くなって鍵をかけた事
もう打ち明けるすべも分からないまま。
すると、君は冷たく 閉じた扉をノックして
その鍵をたやすく開けて くれたんだ。
Warawareru kurai nara saishou kara kuchi ni dasanai hou ga
Itsumo sou kimetsukete akiramete ita nda
Zutto mune no oku no oku kowaku natte kagi wo kaketa koto
Mochi ageru sube mo wakaranai mama
Suru to kimi wa tsumetaku tojita tobira wo nokku shite
Sono kagi wo tayasuku akete kureta nda
Jika kata-kata itu menertawakan, dari awal aku seharusnya tidak mengatakannya
Jadi, aku memutuskan untuk menyerah sebelum dimulai
Hati yang telah terkunci, seolah akan mengunci selamanya karena rasa takut
Dan bahkan aku masih tidak tau perkataan untuk menyanjung orang lain
Namun, kau menutup pintu, yang dingin dan tertutup rapat.
Sehingga pintu yang terkunci telah dibuka dengan mudahnya

ありがとう こんな僕だけど 君が見つけてくれたから
今日までの痛みも全部 大切に思えてしまうんだよ。
もう笑われても大丈夫 君と笑い合えるなら。
Arigatou konna boku dakedo kimi ga mitsukete kureta kara
Kyou made no itami mo zenbu taisetsu ni omoette shimau nda yo
Mou warawarete mo daijoubu kimi to warai aeru nara
Terima kasih karena menemukan orang seperti diriku
Semua rasa sakit terlewati karena telah menjadi kenangan yang berharga
Tidak apa menjadi objek cemoohan karena aku mampu tersenyum bersamamu

一人で泣いていた僕に それは突然訪れたキセキ
もう怯えないで 怖がらないで 大丈夫 もう一人じゃないから
照らしてくれた光の先に いたのは君なんだ
Hitori de naiteita boku ni sore wa totsuzen otozureta kiseki
Mou obienai de kowagaranai de daijoubu mou hitori janai kara
Terashite kureta hikari no saki ni ita no wa kimi nanda
Untukku yang menangis seorang diri, ini adalah sebuah keajaiban yang tiba - tiba saja terjadi padaku
Tidak perlu takut, tidak perlu takut
Tidak apa - apa karena kita tidak sendirian lagi
Kecerahan yang bersinar didepanku adalah siluet darimu

大丈夫 君が思うよりも 難しい事じゃないさ
恐れないで君次第で 世界は輝き出すから
大丈夫 そんなに世界は 怖がらなくたっていいんだよ
ちっぽけなこんな僕だけど 君のそばにいてあげるから。
ありがとう こんな僕の事 君が見つけてくれたように
世界は意外と思うよりも 簡単に変わってしまうのさ
ひとりぼっちの僕たちは もう一人ぼっちじゃない。
Daijoubu kimi ga omou yori mo muzukashii koto janai sa
Osorenai de kimi shidai de sekai wa kagayaki dasu kara
Daijoubu sonna ni sekai wa kowagaranaku datte ii nda yo
Chippo ke na konna boku dakedo kimi no sobani ite ageru kara
Arigatou konna boku no koto kimi ga mitsukete kureta youni
Sekai wa igai to omou yori mo kantan ni kawatte shimau no sa
Hitori bocchi no bokutachi wa mou hitori bocchi janai
"Tidak apa-apa karena ini tidak sesulit yang kamu pikirkan
Tidak perlu takut, awal duniamu bersinar secara alami
Tidak apa-apa, tidak perlu takut pada dunia ini
Karena seseorang yang kecil seperti diriku masih mampu berdiri disisimu
Terima kasih karena menemukan orang sepertiku
Dunia ini banyak berubah dengan mudahnya dari pada yang kita pikirkan secara tak sengaja
Rasa kesepian akan kesendirian yang kita alami sudah tidak ada lagi."


Sources and English TranslationUtsukushi Sekai :)
Kalau ada kesalahan mohon maaf, selanjutnya akan diperbaiki. Terima kasih. 






Senin, 24 November 2014

[INDO TRANS] Pesan Ucapan Terima Kasih (Album Rilla Go!)



Mika (Lee Suhoon)


Terima kasih kepada semua anggota keluargaku, yang aku cintai, yang memberiku kekuatan. Dan keluarga dari para staff kami, CEO, Direktur, Jieun Nuna, Hyoseob Hyung, Eunkyung Nuna, Dongyeob Hyung, dan Jisoo, kalian semua telah bekerja dengan begitu keras. Dan presiden Han, yang selalu mendukung kami/aku, aku mencintaimu. CEO dari DS entertainment Kwon jungwoo, yang selalu mendukungku. Karena aku memiliki banyak teman yang sangat bersemangat dan mengatakan bahwa mereka akan membeli album kami, aku menyebut kalian semua adalah “teman”.
Terima kasih kawan! Dan para anggota… ada kata – kata yang membuatku malu untuk dikatakan. Aku mencintai kalian! Keke. Dan terakhir, aku benar – benar mencintai kalian, Masters. Kalian banyak menderita karena kami si bodoh DGNA. Ayo bangkit bersama – sama! Terima kasih lagi kepada semuanya.

Karam (Park Hyunchul)


Pertama – tama, aku akan mengatakan terima kasih kepada CEO Park yang telah membantu kami membuat album ini, para staf Poom Entertaiment kami. Aku mengagumi ayahku, yang sekarang berada di surga yang selalu mengatakan padaku bahwa meskipun ada begitu banyak tikungan yang berliku dalam kehidupan, untuk setiap kesulitan  yang kamu menangkan dalam hidup, kamu akan mendapatkan masa depan yang lebih cerah. Memikirkan bahwa kau akan melihatku, aku akan bekerja lebih keras. Aku selalu mengatakan ini, tapi aku ingin juga mengatakan terima kasih kepada senior U-Know Yunho DBSK yang telah menginspirasiku untuk menjadi seorang penyanyi. Untuk keluargaku dan saudara – saudaraku yang mendukungku secara emosional. Aku selalu berterima kasih, dan aku mencintai kalian. Aku berpikir waktu yang telah kita habiskan untuk membuat album ini adalah waktu yang paling menggembirakan dan paling menyulitkan dari pada yang lain.
Karena ini adalah pertama kalinya menciptakan sesuatu dengan kekuatan dari kelima anggota. Tentu saja, pada awalnya, aku sangat ketakutan. Langkah pertama untuk melakukan sesuatu yang terhubung menjadi frustasi dan kekhawatiran. Ada beberapa kesulitan, tapi aku berpikir kami bisa menciptakan sebuah produk yang hebat dari para anggota dan staf perusahaan yang berkelompok menjadi satu dan bekerja keras.
Jika kamu mengatakannya, kami telah merilis banyak album hingga saat ini, aku harap semua orang yang mendengarkan album kami dapat memberikan kesan yang baik.
Kami akan menjadi DGNA yang bekerja dengan keras dalam semua aspek, tidak hanya untuk album ini saja, tapi untuk (Album) kedepannya juga. Masters, dan semuanya, tolong perhatikan kami dan terima kasih. Aku mencintai kalian.


Hyunmin (Woo Hyunmin)


Terima kasih untuk keluargaku dan tuhan yang membiarkanku untuk terlahir. Nikmati hidupmu!! Ultra super Park heangryul CEO. Paman direktur Hyun Junho,  Ibu kepala bagian Yeon Eunkyung, si pemabuk (?) Hyoseob Hyung, Dongyeob Hyung, si kecoak Kim Jinsoo, Kkamdori Jieun Nuna, Maosang dan staf. Dan guruku Maxx Hyung!! Dr. Ann Hyung!! Sungchan Hyung, kau terlihat keren dengan potongan rambutmu, dan Maxx Hyung, jangan tumbuhkan jenggotmu hingga leher….
Dan untuk para anggota kami^^ terima kasih karena sudah mempercayaiku!!! Terakhir, Masters, kalian pasti menderita karena lama menunggu (kami). Aku mencintai kalian!!!

Injun (Lee Injun)


Aku selalu mengatakan ini, tapi ini mengingatkanku akan kenangan yang telah lalu. Kami bekerja keras untuk mengerjakan album ini  dengan maksud untuk membuatnya seorang diri dan menyiapkannya seorang diri.
Ini bukanlah comeback yang sederhana; bagi kami, ini adalah sesuatu yang bisa dibandingkan dengan sebuah harta karun, jika bisa mengungkapkannya dalam kata-kata.
Terima kasih untuk CEO Park Haengryul dan semua anggota staf.  Maaf karena bertingkah seolah – olah aku tidak tau kalian selalu bekerja keras bersamaku. Dan Ibu, Ayah, dan Adikku Chaeyeon… aku tidak berpikir aku pernah mengatakan terima kasih  atau aku mencintai kalian, jadi kali ini, aku harus mengatakannya kepada kalian. Aku mencintai kalian. Dan diatas semuanya, untuk para anggota kami yang menangis dan tertawa bersama dan saling membagikan rasa duka bersama, aku benar-benar berterima kasih, dan aku mencintai kalian. Sejujurnya, walaupun aku begitu dekat dengan mereka, apa yang setidaknya aku pahami adalah, perasaanku kepada para anggota. Dan untuk Maxx Hyung, yang selalu melalui banyak kesulitan bersama kami!!! Album ini ada karena kamu selalu memberikan sebuah batu loncatan untuk kami to menciptakan album yang hebat ini. Walaupun ada begitu banyak orang (untuk mengatakan terima kasih). Bukannya mengucapkan “terima kasih”, aku malah akan mengatakan “Aku akan bekerja lebih keras.”
Aku ingin mengekspresikan rasa terima kasihku untuk album di lagu ini dan MV di atas panggung. Untuk semua orang yang selalu berdiri di belakangku dan mendukungku, dan Masters kami, terima kasih.

Jay (Jeon Jihwan)


Aku memberikan rasa terima kasihku kepada CEO Park Haengryul yang sudah mengizinkan kami untuk menyanyi dan membuat album ini, keluarga dari staf Poom Entertainment, direktur video music kami Maosang, dan para anggota kami. Untuk keluargaku yang selalu memberikan semua kekuatan mereka, aku benar – benar berterima kasih, dan aku mencintai kalian. Dan untuk masters kami, apakah ada kata yang bisa mengekspresikan rasa terima kasih kami (tidak ada kata – kata yang bisa mengekspresikan rasa terima kasih kami)? Aku akan membalasnya untuk kalian dengan penampilan yang keren. Untuk semuanya, untuk kreasi yang begitu berarti, semuanya, semangatt!

Kredit :
Sumber : Rilla go! Album
Penerjemah Bahasa Inggris :  Sarah (Master_0304) @ Cosmorion
Penerjemah Bahasa Indonesia : Farida Mutia (faridamutiaa)